More

    Sekolah di Buleleng Siap Laksanakan PTM Secara Terbatas

    Penerapan protokol kesehatan di Sekolah |FOTO : Edy Nurdiantoro|

    Singaraja, koranbuleleng.com | Hampir semua sekolah di Kabupaten Buleleng siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)  serta sarana protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Seperti diketahui, pemerintah pusat berencana membuka sekolah kembali pada awal juli 2021

    Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika mengatakan, sejauh ini persiapan untuk PTM telah dilakukan dengan baik. Namun sembari menunggu pembukaan PTM, pihaknya tetap melakukan evaluasi untuk melengkapi kekurangan yang harus dipenuhi di setiap sekolah.

    Tahun ajaran baru bulan Juli 2021 nanti,  akan dilaksanakan PTM secara terbatas. sistem PTM secara terbatas ini berbeda dengan PTM sebelum adanya pandemi COVID-19.Khusus untuk di Buleleng sendiri, mekanisme pemberlakuan PTM secara terbatas tersebut dilakukan dengan sistem pembagian atau shift. Itu artinya, maksimal hanya 50 persen dari total siswa yang ada per kelas, dihitung termasuk tenaga pendidik yang mengajar.

    Tenaga pendidik atau guru yang ada di Buleleng juga sudah dilakukan vaksinasi tahap pertama. Sehingga, pada bulan Mei nanti setidaknya 90 persen dari total guru di Buleleng sudah divaksinasi. Sehingga, Buleleng sudah siap menggelar PTM secara terbatas untuk proses belajar mengajar.

    “Buleleng sudah siap, tergantung nanti izin dari Satgas COVID-19. Ya, nanti lihat perkembangan kasus COVID-19 di Buleleng kedepan. Yang jelas, semua syarat dari ketentuan SKB 4 Menteri sudah dipenuhi,” kata Astika.

    Saat ini masing-masing dari Satuan Pendidik yang ada di Buleleng masih mensimulasikan untuk proses PTM secara terbatas, yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Banjar Jawa dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Singaraja menjadi pilot project dalam proses PTM di Buleleng.

    Jika nantinya pada bulan Juli 2021 nanti PTM secara terbatas ini mulai diberlakukan, menurut Astika, hal itu tidak akan berlaku bagi semua siswa. Para orangtua siswa, masih bisa meminta agar anaknya mengikuti pembelajaran secara online atau dalam jaringan (daring).

    “Ini pilihan saja, kalau sarana dan prasarana belajar daring memadai, ya tetap dilayani. Semua tergantung situasi kedepan, dan tergantung izin dari orangtua siswa,” pungkasnya. |ET|

    Berita Terpopuler

    Related articles