More

    Kolaborasi Apik Produksi Kaki Palsu Bagi Warga Penyandang Cacat

    Bengkel kerja produksi kaki palsu plastik dari YKKS |FOTO : Luh Sinta Yani|

    Singaraja, koranbuleleng.com | Pertemuan antara I Made Adityastana, S.Kep dan Pande Made Beni Ariadi yang sebelumnya tanpa kenal, menjadi sebuah solusi bagi sejumlah warga disabilitas atau penyandang cacat di bali.

    Adityastana seorang perawat luka diabetes dan Beni adalah seorang pembuat kaki palsu. Pertemuan mereka menjadi sebuah solusi terhadap permasalahan masyarakat disabilitas kurang mampu dan terhadap pengelolaan sampah plastik. Mereka menjadi pelopor dalam pembentukan Yayasan Kaki Kita yang terletak di desa Sukasada Buleleng.  

    “Awal berdirinya Yayasan Kaki Kita Sukasada (YKKS) pada bulan Oktober 2019, dimulai dari rasa simpati saya terhadap pasien pasien diabetes yang harus diamputasi namun tidak mampu untuk membeli kaki palsu. Saat itu, saya bertemu dengan Beni, pembuat kaki palsu, dan mulai berdiskusi untuk membuat kaki palsu yang murah. Tercetuslah ide untuk membuat kaki palsu dari plastik” ungkap Adityastana, Senin 10 Mei 2021.

    Terobosan ini mereka realisasikan dalam bentuk sebuah yayasan dan mulai membantu masyarakat disabilitas yang membutuhkan. Sampai saat ini sudah 10 kaki palsu plastik yang diberikan secara gratis kepada kaum disabel. Namun, yang menjadi permasalahan adalah, pembuatan kaki palsu plastik juga memerlukan biaya untuk memproduksinya, dan sangat tidak mungkin mereka akan menalanginya secara terus menerus.

    Bagi mereka, produksi kaki palsu plastik yang membutuhkan biaya produksi, dan melihat kondisi seperti sekarang ditengah pandemic COVID-19, tidak mungkin terus terusan menalangi. “Dari sanalah kami menciptakan gagasan untuk membentuk unit usaha pengolohan sampah plastik menjadi barang ekonomis di yayasan, dengan tujuan untuk membiayai kegiatan sosial ini. Kami juga memberdayakan orang orang disabilitas untuk bekerja, sehingga mereka juga memiliki penghasilan,” ungkap Beni.

    Rumah plastik |FOTO : Luh Sinta Yani|

    Berkat bantuan dari beberapa donatur dan rekan rekan terdekat, mereka mampu mengembangkan unit usaha ini. Pemasaran produk mereka bukan hanya di Bali, namun dari luar Bali juga seperti di Palembang dan Tanggerang. Bahkan mereka akan berencana mengekspor produk ke luar negeri. Untuk saat ini, bantuan dana dari pemerintah masih belum ada, namun banyak dari pihak pihak luar dan komunitas komunitas tertentu sudah ikut bekerjasama dengan YKKS, salah tiganya adalah penerima beasiswa LPDP, rumah plastik, dan bank sampah Galang Panji.

    Ditemui di tempat yang berbeda, Gede Ganesha, pendiri dari bank sampah Galang Panji mengungkapkan bahwa pihaknya menjadi salah satu pemasok bahan baku plastik untuk pembuatan kaki palsu plastik dan produk lainnya yang di produksi oleh YKKS

    “Kami sebenarnya dari beberapa komunitas, seperti Bank Sampah Galang Panji, Rumah Plastik, Rumah Plastik Mart, Yayasan Kaki Kita, Creator Wajah Plastik, Yayasan Sahabat Bumi, dan Rumah Kertas membentuk suatu wadah untuk menanggulangi sampah plastik, yang bernama Singaraja Green Partnership. Kami sendiri  sudah sampai 4 ton menyuplai bahan baku untuk YKKS.  

    Prosesnya adalah sampah sampah dari masyarakat yang sudah dipilah dijual di bank sampah Galang Panji, kemudian dibawa ke rumah plastik untuk dilakukan pencacahan. Hasil pencacahannya inilah yang akan dijadikan sebagai bahan baku oleh YKKS. Untuk sampah sampah tertentu yang tidak bisa diolah, akan dibawa ke creator wajah plastik untuk dijadikan lukisan plastik atau dibawa ke Yayasan Bumi Bali untuk dijadikan ecobrick”ungkapnya

    Gede Ganesha sangat berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut, sehingga permasalahan sampah, terutama yang ada di kabupaten Buleleng dapat segera teratasi.  |SY|

    Berita Terpopuler

    Related articles