Minim Anggaran, Jembatan Rusak di Pulau Obi Tidak Bisa Diperbaiki

Singaraja, koranbuleleng.com | Jembatan Pulau Obi di wilayah kelurahan Banyuning, Buleleng mengalami kerusakan yang cukup parah. Jembatan yang ada sejak 20 tahun silam, belum bisa diperbaiki secara total karena dinas terkait terkendala anggaran.  Meski demikian, tahun 2022, Dinas PUPR Kabupaten Buleleng akan melakukan rehabilitasi dengan biaya sebesar Rp200 juta.

Kepala Dinas PUTR Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra mengakui jika kondisi jembatan Pulau Obi memang kondisinya alami kerusakan parah dan harus cepat ditangani, karena kondisinya sudah parah.  Dinas PUPR sudah sempat melakukan perbaikan terhadap jembatan tersebut sekitar dua tahun yang lalu. Namun saat ini, kondisinya kembali rusak.

- Advertisement -

Adiptha mengatakan, jembatan yang memiliki panjang 20 meter ini, jika diperbaiki secara total membutuhkan anggaran hingga Rp2 Miliar lebih. Sebab dalam pembuatan Detail Engineering Design (DED) atau produk perencanaan nanti, lebar jembatan akan ditambah termasuk panjang jembatan.

“Karena anggaran yang dimiliki sangat terbatas, tahun depan kami hanya bisa rehab,” kata Adiptha, Senin 22 Nopember 2021

Di tahun yang sama, pemerintah juga akan memperbaiki jembatan yang ada di Banjar Dinas Manuksesa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan. Jembatan tersebut  menjadi prioritas perbaikan total karena sudah lama rusak akibat bencana.  Jembatan dengan panjang sekitar 40 meter itu akan diperbaiki dengan anggaran sekitar Rp2.5 Miliar.

“Setelah di Manuksesa, baru lah jembatan di Jalan Pulau Obi menjadi prioritas untuk diperbaiki total,” tutupnya. |ET|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts