Hobi Mahal dari Ajang Drag Bike, Cok Krisna Siapkan Sirkuit Balap di Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com| Pagi itu, tampak puluhan tenda berjejer memenuhi sebagian Jalan Dewi Sartika, Singaraja. Sepanjang jalan ini disekat rapat.

Jejeran tenda itu, adalah paddock pembalap motor drag bike yang berlaga di Road Show IMI Bali 2022.

- Advertisement -

Dari kejauhan, bising suara motor telah terdengar.

Diantara paddock itu, terlihat Ilham Unyil, pembalap asal Kudus, Jawa Tengah, tengah bercengkrama dengan mekaniknya. Dia tampak santai, untuk menghadapi balapan kali ini.

Sementara, disisi jalan lainnya dua motor melesat dengan kencangnya. Mereka salin mengadu kecepatan, untuk menjadi pemecah waktu tercepat di ajang itu.

Tak seperti pembalap lainya, Ilham tak nampak mengutak-atik motornya saat di paddock. Dia sudah meyakini, bahwa motornya akan membawanya melesat untuk menjadi yang tercepat.

- Advertisement -

Hal ini, karena Ilham pernah menjadi pembalap tercepat di drag bike Indonesia, tahun 2021. Dia berhasil finis dengan waktu tercepat dengan torehan waktu 6.404 detik.

“Tahun 2021 kemarin, di Jogja, jadi pemecah rekor, 6.404 detik. Baru terpecahkan tahun ini,” ujar Ilham ditemui Minggu, 25 September 2022.

Ilham mengaku, sudah menjadi pembalap sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertana (SMP). Sebagi pembalap, ia pun pernah merasakan kerasnya aspal. Namun, hal itu tak menyurutkan hobi nya untuk memacu si kuda besi. Semua kelas, mulai dari cc terendah hingga cc tertinggi pun dia ikuti.

Olahraga ini juga tergolong mahal, namun karena hobi nilai mahal itu tak berharga bagi pembalap. Butuh uang puluhan juta untuk memodifikasi sebuah motor supaya bisa diterjunkan ke arena balap.

“Biasanya ngabisin untuk satu motor 25 juta sampai 35 juta. Kalau dapat juara tidak ketutup. Cuma hobi yang mahal,” ucapnya sambil tertawa.

Dalam ajang Drag Bike Road Show IMI Bali 2022, diikuti oleh 300 peserta. Tak hanya dari Bali, ajang ini juga diikuti oleh pembalap dari NTB, Banyuwangi, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jogja.

Memang saat ada kejuaraan balap, peserta yang ikut pasti akan membeludak. Selain itu, di semua ajang balapan yang digelar juga akan dipenuhi penonton yang membludak. Namun, saat ini khususnya di Buleleng saat ajang balap masih dilaksakan di jalan raya. Hal ini, karena belum adanya sirkuit resmi untuk balap.

Ketua Ikatan Motor Indonesia Bali, Gusti Ngurah Anom mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membangun sirkuit di Buleleng. Sirkuit itu direncanakan akan dibangun di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Nantinya sirkuit tersebut akan digunakan diberbagai ajang balapan motor maupun mobil. Namun, saat ini proses pembangunan sirkuit tersebut, masih terkendala dalam proses penambahan lahan.

“Kita sebenarnya sudah dapat lahan, cuma lebarnya 25 are. Kita butuhnya 40 are. Minggu lalu kita sudah ketemu dengan kepala desa Temukus, kita kasih waktu hingga akhir tahun ini, untuk ada laporan menentukan posisi lahannya,” kata pria yang akrab Cok Krisna.

Cok Krisna menyebut, pembangunan sirkuit itu dipastikan rampung pada akhir tahun 2023 mendatang. Selain untuk, menunjang event balap di Buleleng. Dengan adanya sirkuit itu, diharapkan bisa mengurangi aksi balap liar yang masih marak dilakukan jalanan.

“Kalai tidak di Temukus, nanti bisa dikampung saya di Tanguwisia. Target 2023 sudah jadi, ini kendala lahan saja. Biar tidak ada trek-trekan liar, disini kita sumbangkan wadahnya dulu. Dengan dana pribadi kita siap untuk perkembangan otomotif di Bali,” ujarnya.

Sementara, Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengatakan, sangat bersyukur jika sirkuit yang mulanya direncanakan dibangun di Kabupaten Gianyar ini, bisa dibangun di Buleleng. Sehingga, nantinya dengan pembangunan sirkuit itu bisa meningkatkan olahraga balap, dan mewadahi hobi para pemuda.

“Ini artinya alam berpihak dengan kita. Mudah-mudahan pembangunan sirkuit di Buleleng bisa sesuai rencana. Kita doakan bersama,” ujarnya.

Disisi lain, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, sebelumnya Pemkab Buleleng sudah merencanakan untuk membangun sirkuit. Namun, karena keterbatasan lahan dan anggaran sirkuit itu pun batal dibangun.

Pihaknya pun, menyambut baik rencana pembangunan sirkuit yang akan dilakukan. Selain untuk kemajuan olah raga, adanya sirkuit itu juga bisa diharapkan bisa mengembangkan spot torisem di Buleleng.

“Sebagi tempat olahraga, maupun torisem di Buleleng. Ini tentu bagi masyarakat Buleleng, bisa memanfaatkan even otomotif. Nanti kalau fasilitas sudah selesai, ke depan kalau teman komunitas ingin melakukan kegiatan maupun IMI dari Pemkab bisa mendukung kegiatan tersebut,” kata dia.|YS|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts