Koleksi Prasi Gedong Kirtya Dipamerkan di Museum Sunda Ketjil 

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, menggelar pameran Prasi atau cerita bergambar yang dibuat di atas daun lontar, di Museum Soenda Ketjil, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin, 13 November 2023. Pameran tersebut digelar untuk kembali membangkitkan seni lukis tradisional ini di kalangan anak muda.

Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati mengatakan, pameran Prasi ini akan digelar selama satu minggu yang ditutup pada Minggu, 19 November 2023. Ada 20 karya yang ditampilkan dengan berbagai cerita. Diantaranya cerita Bomantaka,  Mina, Sutasoma, serta Bagus Umbara. Dari total Prasi yang dipamerkan, diambil dari koleksi Gedong Kirtya, dan sumbangan mahasiswa Undiksha serta masyarakat.

- Advertisement -

Prasi yang ditampilkan dari koleksi di Gedong Kirtya, saat ini umurnya sudah diperkirakan dibuat puluhan tahun silam tepatnya pada tahun 1940-an. Selain yang berumur tua, Prasi yang ditampilkan dalam pameran juga sudah pernah dipamerkan pada pameran kesenian di luar negeri. “Beberapa ada karya dari mahasiswa Undiksha, itu karyanya sudah pernah dipamerkan di Jerman. Kita juga hadirkan dari koleksi kita, Prasi itu ada dibuat sekitar 1940an,” ujarnya.

Susilawati menyebut, pameran ini digelar untuk membangkitkan kembali kesenian Prasi di Buleleng. Menurutnya, kesenian ini jika dikembangkan akan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Dimana, lukisan pada Prasi ini bisa dijual ke wisatawan sebagai cinderamata.

“Dengan pameran ini mudah-mudahan masyarakat, anak muda tergerak hatinya untuk bisa pelajari. Kesenian ini bisa jadi sumber penghasilan, bisa jadi cinderamata atau souvenir bagi wisatawan,” kata dia.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng I Nyoman Wisandika mengatakan, pameran Prasi ini dikhususkan untuk menarik minat generasi muda untuk kembali mengembangkan kesenian melukis di daun lontar. Hal ini, lantaran kesenian ini semakin jarang diminati. Pihaknya pun telah meminta kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk bisa mendatangkan siswa ke lokasi pameran.

- Advertisement -

“Ini salah satu warisan budaya kita di Bali. Kita kembangkan dan lestarikan. Yang paling utama kita kenalkan ke generasi muda itu,” kata dia. (*)

Editor. : I Putu Nova Anita Putra

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts