Operasi Keselamatan Agung 2026 Bidik 10 Pelanggaran Lalu Lintas Berisiko

Singaraja, koranbuleleng.com | Polres Buleleng mulai mengintensifkan pengawasan lalu lintas melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026. Operasi kepolisian berskala wilayah ini digelar selama 14 hari, terhitung sejak Senin, 2 Februari hingga Minggu, 15 Februari 2026, dengan fokus utama menekan pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan di jalan raya.

Sebanyak 128 personel kepolisian diterjunkan langsung ke lapangan. Pelaksanaan operasi ini tidak hanya melibatkan unsur Polri, tetapi juga diperkuat oleh sinergi lintas instansi, mulai dari Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, hingga Polisi Militer. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas di wilayah Buleleng.

- Advertisement -

Wakapolres Buleleng, Kompol Putu Sunarcaya, menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Agung 2026 mengusung pendekatan persuasif dan edukatif. Kendati demikian, penindakan hukum tetap menjadi bagian dari strategi operasi. “Ops Keselamatan Agung 2026 mengedepankan kegiatan preventif dan preemtif yang humanis, disertai dengan penegakan hukum secara profesional,” ujar dia, Senin pagi.

Dalam operasi ini, kepolisian menetapkan 10 jenis pelanggaran lalu lintas sebagai sasaran prioritas. Pelanggaran tersebut mencakup penggunaan telepon seluler saat berkendara, melawan arus lalu lintas, berboncengan lebih dari satu orang, pengendara di bawah umur, serta mengemudi dalam pengaruh alkohol.

Selain itu, aparat juga menindak pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, melampaui batas kecepatan, menggunakan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, serta wisatawan mancanegara maupun domestik yang berkendara tanpa mematuhi aturan lalu lintas.

KSunarcaya menilai, pelanggaran-pelanggaran tersebut memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan. Oleh sebab itu, perubahan perilaku berlalu lintas menjadi sasaran utama dalam operasi ini. “Lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat, agar semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Penegakan hukum tetap dilakukan, namun dengan mengedepankan pendekatan humanis,” katanya.

- Advertisement -

Melalui Operasi Keselamatan Agung 2026, Polres Buleleng menargetkan penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru