Satgas Perintahkan Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan

Singaraja, koranbuleleng.com| Satuan tugas penanganan penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Buleleng memerintahkan Dinas Pertanian secara intensif untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan.  

Satgas Penanganan PMK Buleleng mencatat sebanyak 286 ekor Sapi yang terjangkit PMK saat ini. Tersebar di enam Desa di Kecamatan Seririt dan Kecamatan Gerokgak. Dari jumlah tersebut, angka terbanyak ditemukan di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, dengan 153 kasus, dan Desa Lokapaksa dengan 28 kasus.

- Advertisement -

Ketua Satgas Penanganan PMK Buleleng sekaligus Sekda Buleleng Gede Suyasa mengatakan, dari 286 yang sapi yang terjangkit, 28 ekor diantaranya telah dipotong bersyarat. Artinya, sapi-sapi itu telah disembelih, dan dagingnya tetap dapat dijual oleh peternak.

“PMK tidak menular ke manusia. Yang di Desa Lokapaksa, 28 kasus yang ditemukan sapinya sudah dipotong secara bersyarat. Yang masih itu di Desa Pejarakan disana ada 153 sapi,” ujarnya ditemui usai memantau vaksinasi sapi di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Ia pu menginstruksikan kepada Dinas Pertanian Buleleng untuk lebih mengintensifkan pengecekan kesehatan hewan khususnya sapi. Apalagi, menjelang hari Raya Idul Adha. Suyasa pun meyakinkan bahwa ketersediaan hewan kurban di Buleleng saat ini masih mencukupi. Mengingat sapi-sapi saat ini hanya dijual di wilayah Buleleng.

“Karena selama ini kebutuhannya di luar Bali. Sekarang tidak keluar Bali berarti Buleleng cukup. Cuma akses pemasaran petaninya yang terbatas. Harusnya peternak bisa membawa keluar tapi sekarang tidak bisa,” kata dia

- Advertisement -

Disisi lain, harga sapi menjelang Hari Raya Idul Adha mengalami peningkatkan. Dimana sebelumnya harga satu ekor sapi hanya seharga Rp6,5 Juta naik menjadi Rp8 Juta.

Ketua Kelompok Ternak Simantri Nanindi Suara Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Komang Adnya Yasa  mengaku khawatir dengan merebaknya PMK di Kabupaten Buleleng.

“Meski saat ini sedang ada PMK penjualan tidak ada kendala. Pengepul tetap datang untuk membeli. Sapinya hanya dijual di Daerah Buleleng,” ujarnya.

Saat ini, Dinas Pertanian sedang gencar melakukan vaksinasi terhadap sapi di daerah-daerah ditemukan kasus PMK. Pemerintah pusat telah memberikan vaksin PMK untuk Buleleng sebanyak 1.700 dosis. Vaksin itu mulai disuntikan kepada sapi-sapi sehat yang ada di enam daerah kasus. Selain vaksin, petugas juga memberikan vitamin dan melakukan sterilisasi kandang dengan penyemprotan cairan desinfektan. |YS|

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru