Singaraja, koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng memastikan akan memulai penataan besar-besaran Pelabuhan Tua Buleleng pada Februari 2026 mendatang. Proyek restorasi bernuansa heritage ini digarap dengan anggaran mencapai Rp25 miliar, bertujuan mengembalikan wajah pelabuhan seperti masa kejayaannya di era kolonial.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, mengungkapkan bahwa Detail Engineering Design (DED) penataan telah dirancang. Restorasi ini akan menghidupkan kembali identitas Buleleng sebagai kawasan bersejarah.
“Jadi, rencana ya, mulai tahun depan. Kita akan menata kembali Pelabuhan Buleleng ini. Jadi pelabuhan yang salah satu menjadi heritage di Kabupaten Buleleng,” ujar Sutjidra belum lama ini.
Tak hanya memulihkan area dermaga, penataan juga akan mencakup kawasan pesisir Tukad Buleleng hingga Museum Soenda Ketjil yang berada di sekitar pelabuhan. Rencana ini dilakukan bersamaan dengan penataan titik nol Kota Singaraja, yang akan dimulai pada Februari 2026 mendatang.
“Kita ingin mengenang kembali ini, Pelabuhan Buleleng ini seperti apa dulu. Ya, kita tata. Kita pakai kawasan heritage di sini, bahwa anak cucu kita nanti dulu loh ada namanya Pelabuhan Buleleng di sini,” kata Sutjidra.
Pelabuhan Tua Buleleng sendiri bukan hanya simbol sejarah, melainkan juga destinasi wisata unggulan Kota Singaraja. Kawasan ini kerap menjadi titik kunjungan wisatawan mancanegara yang ingin menelusuri jejak sejarah Buleleng. Sutjidra menyebut, pada tahun 2026, sebanyak 12.000 wisatawan asal Taipe dijadwalkan datang dan menjadikan pelabuhan ini sebagai salah satu lokasi kunjungan utama.
“Dalam waktu dekat saya rencana diundang ke Taipe. Rencananya wisatawan dari Taipe ini akan disini 3 hari dua malam. Pelabuhan ini jadi salah satu kunjungan mereka,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

