Singaraja,koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng resmi menganggarkan dana untuk pembangunan jembatan permanen di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, pada tahun 2026. Infrastruktur ini akan menjadi penghubung utama menuju Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming) yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
Selama ini, akses menuju kawasan tersebut ditopang oleh jembatan bailey yang dipinjam dari Kodam IX/Udayana. Namun, jembatan tersebut harus ditarik kembali untuk digunakan dalam penanganan darurat pasca bencana banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Penarikan dilakukan atas instruksi Kodam IX/Udayana melalui Dandim 1609/Buleleng.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan di Kabupaten Nagekeo, NTT, pasca banjir bandang yang merusak hingga mengisolir transportasi,” jelas Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Kamis 2 Oktober 2025.
Menurut Sutjidra, penarikan jembatan bailey ini memang berimbas pada akses ke kawasan pertanian terpadu. Namun, Pemkab Buleleng sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan memasukkan pembangunan jembatan permanen ke dalam RAPBD 2026. “Sudah dimasukkan dalam RAPBD 2026, tinggal menunggu persetujuan legislatif,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa ketiadaan jembatan sementara ini tidak akan menghentikan pengembangan Kawasan Sistem Pertanian Terpadu yang digadang menjadi laboratorium pertanian Pemkab Buleleng. Kawasan tersebut disiapkan untuk menjadi pusat percontohan berbagai komoditas unggulan sebelum disebarluaskan ke para petani.
“Lahan di kawasan ini sangat subur dan cocok untuk berbagai komoditas. Nantinya akan menjadi area percontohan, sebelum kemudian bisa disebarluaskan ke petani-petani,” ujar Sutjidra, Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.
Untuk diketahui, jembatan baja yang sebelumnya digunakan memiliki bentangan sepanjang 33 meter, lebar 6,2 meter, dan tinggi hampir dua meter. Jembatan itu dipinjam sejak Januari 2024 dan semula hanya berlaku lima bulan, kemudian diperpanjang hingga akhirnya ditarik kembali untuk penanganan bencana di NTT. (*)
Pewarta : Kadek Yoga Saiada

