Singaraja, koranbuleleng.com | Duka mendalam menyelimuti gedung DPRD Provinsi Bali setelah kabar berpulangnya Ir. Nyoman Ray Yusha, politisi senior dari Fraksi Partai Gerindra. Kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi banyak rekan separtai maupun lintas fraksi, termasuk anggota Komisi III, I Kadek Setiawan.
Politisi asal Desa Penglatan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, itu mengaku sangat kehilangan sosok senior yang selama ini dikenal rendah hati, bijaksana, dan penuh rasa empati terhadap sesama.
“Beliau itu orang yang sederhana, santun, mudah diajak berkomunikasi dan berkoordinasi. Tidak sombong dan tidak membeda-bedakan partai. Walaupun beliau sudah sepuh, tetapi selalu mengayomi,” ujar Setiawan, Senin, 6 September 2025.
Setiawan juga mengenang momen tak terlupakan ketika dirinya membantu menyelamatkan Ray Yusha yang sempat mengalami sesak napas saat kegiatan dinas sekitar setahun lalu.
“Pernah beliau tiba-tiba sesak napas di hotel saat kegiatan bimtek. Saya segera beri obat dan bersama sopirnya mengantarkan beliau ke rumah sakit di Buleleng,” ujar Setiawan.
Kepergian Ray Yusha meninggalkan kekosongan besar di tubuh DPRD Bali, mengingat perannya sebagai tokoh senior yang kerap menjadi tempat berdiskusi bagi para anggota dewan muda. Sosoknya dikenal tenang, terbuka, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat Buleleng.
Pasca wafatnya Ray Yusha, kursi yang ditinggalkannya akan segera diisi melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali Nomor 43 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Anggota DPRD Provinsi Bali Tahun 2024, nama Komang Dyah Setuti disebut paling berpotensi menggantikan posisi almarhum.
Dalam Pemilu Legislatif 2024, Dyah Setuti memperoleh 6.196 suara sah, menempati posisi ketiga di internal Partai Gerindra, di bawah Gede Harja Astawa, S.H. dengan 9.028 suara, dan Ray Yusha sebagai peraih suara tertinggi dengan 12.416 suara.
Saat dimintai tanggapan, Dyah Setuti memilih tidak banyak berkomentar. Ia menyebut seluruh kader Partai Gerindra masih larut dalam suasana duka mendalam atas kepergian tokoh terbaik partai.
“Sepertinya saya belum berani memberikan statement apapun, karena orang terbaik di partai telah berpulang. Kami masih berduka,” ujarnya singkat.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

