IMK Gerakkan Solidaritas untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Singaraja, koranbuleleng.com| Institut Mpu Kuturan (IMK) menggalang bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, hingga beberapa provinsi lainnya. Seluruh dosen dan pegawai ikut terlibat dalam gerakan solidaritas ini sebagai wujud kepedulian kampus terhadap masyarakat yang terdampak bencana nasional.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan kerusakan infrastruktur, rumah warga hanyut, hingga meningkatnya kebutuhan warga akan bantuan logistik. Situasi darurat ini mendorong IMK untuk bergerak cepat, sekaligus menindaklanjuti surat resmi dari Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI terkait partisipasi bantuan bagi korban bencana.

- Advertisement -

IMK kemudian membuka posko donasi, membentuk panitia penggalangan, serta melakukan koordinasi internal agar bantuan dapat dihimpun secara terorganisasi dan tepat sasaran.

Rektor IMK Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan adalah bagian dari pembentukan karakter sivitas akademika. Ia menyampaikan pentingnya nilai sosial dalam kehidupan kampus.

“Melalui aksi seperti ini, kita belajar bahwa nasionalisme bukan hanya soal simbol, tetapi tentang tindakan nyata. Membantu sesama adalah bentuk pengabdian pada tanah air,” ujarnya.

Prof. Suwindia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir saat masyarakat membutuhkan. Ia menekankan bahwa pengabdian tidak sebatas pada bidang akademik.

- Advertisement -

“Kami di IMK percaya bahwa pengabdian tidak berhenti pada ruang kelas. Ketika saudara-saudara kita di Sumatra mengalami bencana banjir dan longsor, maka kita memiliki kewajiban moral untuk membantu. Ini bagian dari tugas kemanusiaan dan cermin nilai-nilai yang kita junjung sebagai institusi pendidikan,” sambungnya.

IMK memastikan seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan melalui mekanisme resmi kementerian agar akuntabilitasnya terjaga.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan dosen dan pegawai IMK benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, proses pendistribusian akan dilakukan melalui mekanisme yang akuntabel dan terjamin,” tegas Prof. Suwindia.

Bantuan yang dihimpun meliputi donasi uang, kebutuhan pokok, hingga perlengkapan darurat. Seluruh fakultas dan unit kerja telah diarahkan untuk berpartisipasi aktif.

Penggalangan bantuan berlangsung hingga seluruh donasi selesai didata dan siap dikirimkan melalui jalur resmi kementerian. IMK berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan antardaerah. (*)

Pewarta : Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru