Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar pada tahun 2026 untuk memperbaiki saluran irigasi di berbagai wilayah. Kebijakan ini diarahkan sebagai langkah strategis menjaga sumber mata air sekaligus memperkuat sektor pertanian di Bali Utara yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, menyampaikan bahwa anggaran tersebut difokuskan pada perbaikan 25 paket saluran irigasi yang tersebar di sembilan kecamatan. Setiap paket pekerjaan mencakup pengerjaan fisik berupa pembangunan struktur dinding dan lantai saluran, serta pemasangan pintu air guna mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi.
Menurut Adiptha, peningkatan kualitas infrastruktur ini menjadi kunci agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berlangsung lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan jaringan irigasi yang memadai, petani diharapkan tidak lagi terkendala pasokan air, terutama pada musim kemarau.
Pengerjaan proyek perbaikan saluran irigasi tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada Februari 2026. “Wilayah Buleleng memiliki 3 sumber air utama yang dibendung yaitu di Tamblang, Titab dan Gerokgak sebagai air baku pertanian dan rumah tangga. Selain itu banyak mata air dan air terjun , serta sungai yang dimiliki Buleleng. Ini potensi alam yang harus kita jaga dan distribusikan dengan baik ke petani melalui saluran irigasi,” ujarnya Senin, 19 Januari 2026.
Ia menegaskan, keberadaan sumber daya air yang melimpah harus diimbangi dengan sistem distribusi yang tertata agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani di wilayah pedesaan.
Adiptha juga menaruh harapan besar bahwa perbaikan saluran irigasi ini mampu membangkitkan kembali gairah masyarakat untuk bertani. Ketersediaan air yang terjamin diyakini akan mendorong peningkatan intensitas pola tanam dan hasil produksi pertanian.
“Dulu mungkin dalam setahun hanya 1-2 kali pola tanam, sekarang harapannya bisa 3-4 kali pola tanam dan tentunya meningkatkan produksi pertanian untuk menunjang kemandirian pangan,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

