Buleleng Mulai Siapkan Rangkaian Imlek

Singaraja, koranbuleleng.com | Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kabupaten Buleleng akan dimulai pada Selasa, 10 Februari 2026, dengan rangkaian persembahyangan sakral di dua Tempat Ibadat Tridharma (TITD). Umat akan membuka rangkaian Imlek melalui persembahyangan mengantar para dewa naik ke langit yang digelar tepat tengah malam.

Ketua PTITD SHB dan LGK Buleleng, Wirasanjaya, menjelaskan bahwa prosesi awal tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian panjang perayaan Imlek di Buleleng. Setelah persembahyangan dewa naik, umat melanjutkan agenda keesokan harinya dengan pembersihan rupang dewa-dewi pada 11 Februari 2026.

- Advertisement -

Puncak perayaan Imlek disebut akan berlangsung pada 16 Februari 2026. Pada hari tersebut, umat melaksanakan persembahyangan besar yang dirangkai dengan prosesi penyambutan tahun baru Imlek. Momentum ini menjadi titik sentral spiritual sekaligus budaya bagi umat Tridharma di wilayah Buleleng.

Dalam rangkaian penyambutan tahun baru, umat tetap menyalakan kembang api sebagai bagian dari tradisi. Namun, intensitas perayaan kembang api pada tahun ini tidak digelar semeriah tahun-tahun sebelumnya.

“Kembang api ini memiliki simbol mengusir roh-roh jahat, agar di agar di tahun baru yang akan datang kekuatan negatif bisa ditekan. Kekuatan yang positif tumbuh lebih naik agar kehidupan kita terlaksana lebih baik lagi,” ujarnya Selasa, 3 Februari 2026.

Empat hari setelah puncak Imlek, umat kembali melaksanakan persembahyangan menyambut para dewa turun pada Jumat, 20 Februari 2026. Selanjutnya, persembahyangan kembali digelar pada Selasa, 24 Februari 2026, tepat pukul 00.00 Wita, sebagai bagian dari rangkaian lanjutan spiritual.

- Advertisement -

Wirasanjaya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 akan ditutup dengan persembahyangan Cap Go Meh pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam prosesi tersebut, umat juga menggelar ritual tolak bala atau Cisuak yang pada tahun ini dipusatkan di Klenteng TITD Ling Gwan Kiong, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. Pada malam harinya, umat dan masyarakat akan disuguhkan pentas Barongsai.

“Yang ciong besar pada tahun ini yakni shio kuda dan tikus. Untuk ciong kecil ayam dan kelinci,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Tahun Baru Imlek 2026 dengan shio Kuda Api memiliki simbol tenaga dan energi yang kuat. Namun, energi besar tersebut diprediksi diiringi dengan gejolak yang cukup tinggi, sehingga umat diimbau lebih waspada dan mampu mengendalikan diri.

“Bencana agak banyak. Sampai Maret diperkirakan. Erat hubungan dengan situasi gelobal. Energi dan tenaga sudah pasti ada ditahun kuda,” kata dia.

Sementara itu, Humas Pengurus TITD Ling Gwan Kiong, Gunadi Yetial, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini secara umum akan berlangsung serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, momen Imlek tetap menjadi perayaan istimewa karena menjadi ajang berkumpulnya keluarga besar umat Tridharma.

“Menjelang hari H umat datang akan banyak. Meski tidak acara yang spesial. Pada umumnya mereka pulang untuk reuni keluarga. Menemui orang tua atau anak cucu mereka,” ujarnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru