WNA Denmark Ditemukan Tewas di Perumahan Banyualit Buleleng, Polisi Dugaan Kuat Gantung Diri

Singaraja, koranbuleleng.com | Seorang warga negara asing (WNA) asal Denmark ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kawasan Perumahan Puri Dolphin, Banjar Dinas Banyualit, Desa Kalibukbuk, Kecamatan sekaligus Kabupaten Buleleng. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 Wita dan mengundang perhatian warga sekitar.

Kepolisian menduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Informasi tersebut dibenarkan oleh jajaran Polres Buleleng setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).

- Advertisement -

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengungkapkan identitas korban sebagai WNA asal Denmark bernama Maja Miriam, lahir pada 24 Juli 1972. “Korban merupakan seorang WNA berkewarganegaraan Denmark, yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut,” ujarnya Selasa sore.

Peristiwa ini pertama kali terungkap saat seorang petugas PDAM, I Dewa Made Dwi Putra, mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan meteran air. Saksi sempat memanggil dari luar pagar rumah, namun tidak mendapatkan respons. Melihat kondisi pagar yang terbuka, saksi kemudian masuk ke halaman rumah dan menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa.

“Korban ditemukan dalam posisi duduk bersimpuh dengan tali melilit di bagian leher. Saksi memastikan korban sudah tidak bernapas, lalu segera memberitahukan warga sekitar,” jelas Yohana.

Pemilik rumah yang diketahui bernama Made Astawa kemudian mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari warga sekitar. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke aparat desa setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

- Advertisement -

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui telah menempati rumah tersebut selama kurang lebih empat bulan terakhir. Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mendatangi rumah pemilik dan mengucapkan kalimat perpisahan yang dinilai tidak biasa dan menimbulkan tanda tanya.

Polisi juga mencatat, selama tinggal di wilayah Banyualit, korban kerap menyampaikan keluhan kepada warga sekitar terkait tekanan psikologis dan persoalan ekonomi yang dialaminya. Riwayat tersebut memperkuat dugaan bahwa korban mengalami masalah pribadi berkepanjangan sebelum peristiwa tragis terjadi.

“Korban sebelumnya juga pernah melakukan percobaan bunuh diri pada Desember 2025 dan berhasil diselamatkan oleh warga,” kata Yohana.

Setelah menerima laporan, anggota Polsek Kota Singaraja segera mendatangi TKP untuk melakukan pengamanan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan pendataan awal. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak desa, instansi terkait, dan perwakilan kedutaan untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur hukum.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Buleleng guna menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter forensik, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 24 jam sebelum ditemukan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan di RSUD Buleleng untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru