Singaraja, koranbuleleng.com| Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu korban yang terseret banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Minggu sore, 8 Maret 2026. Korban ditemukan di perairan Desa Dencarik dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari proses pencarian intensif dilakukan.
Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur penyelamat yang terus menyisir wilayah darat hingga laut di sekitar lokasi bencana. Korban yang ditemukan diketahui bernama Kadek Wahyu, seorang anak berusia 12 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama ibu dan kakaknya saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Dony Indrawan menjelaskan bahwa korban ditemukan saat tim memasuki pencarian sorti kedua pada hari ketiga operasi. Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi empat titik strategis, termasuk wilayah laut yang diperkirakan menjadi jalur hanyutan korban.
Pencarian di wilayah laut dilakukan secara terkoordinasi oleh sejumlah tim penyelamat. Empat personel Pos SAR Buleleng bersama Balawista menyisir wilayah barat Pantai Banjar. Sementara itu, personel Polairud Polres Buleleng bergerak melakukan pencarian ke arah utara perairan.
Ketika tim melakukan penyisiran ke arah timur, korban akhirnya ditemukan di laut wilayah Desa Dencarik, Kecamatan Banjar.
Korban yang ditemukan kemudian dipastikan sebagai Kadek Wahyu, anak laki-laki berusia 12 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama dua anggota keluarganya saat banjir bandang melanda kawasan Desa Banjar.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan ciri-ciri, leki-laki, anak-anak dan masih mengenakan kaos berwarna biru, sesuai dengan korban Kadek Wahyu,” ujar Dony.
Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi ke daratan oleh tim SAR gabungan. Proses evakuasi kemudian dilanjutkan dengan membawa korban menuju RSUD Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, tim SAR gabungan juga telah menemukan ibu korban, Komang Suci, 44 tahun. Sementara satu korban lainnya yang masih memiliki hubungan keluarga, Putu Wini, 17 tahun, hingga kini masih dalam proses pencarian.
Operasi pencarian dipastikan akan terus dilanjutkan pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran. Tim SAR gabungan akan kembali melakukan pencarian pada Senin, 9 Maret 2026 dengan fokus di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur aliran banjir.
Selain penyisiran laut, tim juga melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Banjar yang mengarah ke pantai serta di area sekitar lokasi ditemukannya korban pertama.
“Dalam pencariam kita juga di bantu alat berat untuk mengangkat timbunan material-material besar yang terbawa banjir,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

