Warga Cempaga Perbaiki Jalan Rusak Parah Secara Swadaya

Singaraja, koranbuleleng.com | Kerusakan jalan kabupaten di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, akhirnya memantik aksi gotong royong warga. Setelah bertahun-tahun dibiarkan dalam kondisi berlubang dan membahayakan pengguna jalan, masyarakat turun langsung melakukan penambalan hingga pengecoran jalan secara swadaya pada Minggu, 10 Mei 2026.

Aksi perbaikan dilakukan di dua titik berbeda yang selama ini menjadi jalur vital penghubung antardesa hingga akses menuju Denpasar. Warga bersama pemerintah desa memilih bergerak sendiri lantaran kerusakan jalan tak kunjung mendapat penanganan maksimal.

- Advertisement -

Perbekel Desa Cempaga, Putu Suarjaya, menjelaskan titik pertama berada di Banjar Dinas Desa, tepat di ruas jalan penghubung Cempaga menuju Denpasar. Kondisi jalan di lokasi tersebut disebut mengalami kerusakan cukup berat dengan panjang mencapai sekitar 30 meter.

Jalan yang dipenuhi lubang itu kemudian diperbaiki menggunakan material beton hasil urunan dan swadaya masyarakat setempat.

“Perbaikan ini murni swadaya masyarakat bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Kondisinya memang sudah rusak cukup lama, sekitar tiga tahun terakhir,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Tak hanya di jalur utama menuju Denpasar, warga juga bergerak memperbaiki ruas jalan di Banjar Dinas Corot yang menjadi akses penghubung Desa Cempaga menuju Desa Dencarik. Kondisi jalan tersebut bahkan disebut sudah puluhan tahun belum pernah mendapatkan pengaspalan ulang.

- Advertisement -

Menurut Suarjaya, sejak dirinya menjabat sebagai perbekel pada 2015, belum ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan pemerintah terhadap ruas jalan tersebut.

“Jalan itu terakhir diaspal sekitar tahun 2000-an. Sampai sekarang belum pernah ada perbaikan lagi, padahal setiap musrenbang selalu kami usulkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, panjang total ruas jalan di Banjar Dinas Corot mencapai sekitar tiga kilometer. Sejumlah titik mengalami kerusakan cukup serius sehingga warga memutuskan melakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tetap bisa dilalui kendaraan.

Karena keterbatasan anggaran desa, proses penambalan dilakukan secara bertahap. 

Bahkan untuk pengerjaan di wilayah Corot, Suarjaya mengaku menggunakan dana pribadi demi membantu percepatan perbaikan jalan.

Warga pun terlibat langsung dalam proses pengerjaan secara gotong royong. Alat berat yang dipakai saat perbaikan juga berasal dari bantuan masyarakat sekitar.

“Setiap tahun sebenarnya kami lakukan penambalan secara swadaya dan urunan warga. Warga lebih banyak membantu tenaga karena kemampuan terbatas,” jelasnya.

Suarjaya menilai kondisi tersebut terjadi karena ruang penggunaan dana desa kini semakin terbatas untuk kegiatan pembangunan fisik. Prioritas anggaran desa disebut lebih diarahkan ke program ketahanan pangan, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kalau dulu jalan pertanian atau jalan desa masih bisa dianggarkan. Sekarang ada aturan baru sehingga kegiatan fisik sangat terbatas. Ini juga menjadi kendala hampir di semua desa,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan itu, pihak desa mengaku masih berharap adanya realisasi program perbaikan jalan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Berdasarkan informasi yang diterima desa, tahun ini pemerintah daerah disebut menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk penanganan jalan di sejumlah desa wilayah Kecamatan Banjar.

Ruas jalan yang masuk dalam rencana penanganan meliputi wilayah Gobleg, Pedawa, Dencarik, Tampekan, Sidatapa, Cempaga hingga Temukus. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan pengerjaan tersebut dimulai.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa segera memperbaiki jalan kabupaten ini. Kalau hanya mengandalkan swadaya tentu hasilnya tidak maksimal. Tetapi masyarakat tetap berkomitmen bergotong royong sebisa mungkin,” kata dia.

Pemerintah desa bersama warga pun berencana melanjutkan kegiatan gotong royong perbaikan jalan secara rutin setiap pekan. Langkah itu dilakukan agar akses masyarakat tetap aman dilalui sembari menunggu realisasi perbaikan permanen dari pemerintah daerah.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru