HUT RI ke-71 di Buleleng Akan Diramaikan Lomba Mekorot

Singaraja, koranbuleleng.com|  Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Kabupaten Buleleng masih dirancang sama dengan pelaksanaan tahun tahun sebelumnya. Namun ada satu agenda baru yang akan dilaksanakan dalam perayaan tersebut yakni lomba mekorot layang layang.

Dalam agenda tahunan yang disusun serangkaian dengan Perayaan HUT RI ke 71 di Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng masih akan menggelar sejumlah kegiatan yang sama dengan perayaan perayaan sebelumnya. Mulai dari Kunjungan Sosial, Lomba Perahu Layar, Lomba Gerak Jalan, hingga pameran pembangunan yang berlangsung di GOR Bhuana Patra Singaraja selama 14 hari. Namun demikian, dari sejumlah agenda yang disusun, Panitia telah menyelipkan dua agenda baru dalam perayaan tahunan tersebut masing masing Lomba Mekorot layang layang, dan lomba modifikasi motor.

- Advertisement -

Khusus untuk lomba mekorot layang layang, Panitia akan menggelar kegiatan tersebut pada tanggal 15 Agustus mendatang di Lapangan Ngurah Rai Taman Kota Singaraja. Lomba ini akan diikuti oleh masyarakat di kabupaten Buleleng. Lomba mekorot ini bukan merupakan agenda baru di Buleleng. Sebelumnya, lomba yang sama juga sering berlangsung seperti dalam pelaksanaan Festival Lovina.

Menurut Ketua Panitia HUT RI yang juga Asisten 1 Setda Buleleng Made Arya Sukerta, lomba mekorot ini perlu digelar karena mekorot hanya dimiliki oleh Kabupaten Buleleng. Dan kegiatan ini akan dirancang untuk bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kita tahu sendiri kalau mekorot layang layang itu hanya dimiliki oleh Bali Utara, kalau di bali selatan kan lomba layang layang saja. Makanya kita agendakan lomba mekorot ini. Dan nantinya ini akan kami upayakan untuk bisa menjadi agenda tetap dalam perayaan HUT RI, selain dalam pelaksanaan festival Lovina,” Terangnya.

Panitia Penyelenggara HUT RI ke-71 Kabupaten Buleleng menggelar jumpa pers |Foto : Rika Mahardika|
Panitia Penyelenggara HUT RI ke-71 Kabupaten Buleleng menggelar jumpa pers |Foto : Rika Mahardika|

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra berharap agar kegiatan yang akan digelar oleh pemkab Buleleng serangkaian dengan perayaan HUT RI ke 71 bisa mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat Buleleng. Sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar.

- Advertisement -

“Kegiatan ini nyambung ya, setelah Bulfest kemudian lanjut dengan perayaan HUT RI. Dan kita berharap agar masyarakat antusias dan mendukung acara ini. Apalagi memang dari catatan kami, jumlah pengunjung dalam setiap kegiatan selalu membludak akibat antusiasnya masyarakat. Dan semoga acaranya bisa berjalan dengan lancar,” harapnya.

Selain menggelar sejumlah agenda yang bersifat lomba, dan hiburan, Pemerintah kabupaten Buleleng juga akan menggelar sejumlah kegiatan social, seperti melakukan aksi social berupa safari kesehatan yang akan berlangsung di Desa Baktiseraga, Desa Pemaron, dan Desa panji Anom. Sementara salah satu lomba juga akan digelar untuk menguji kemampuan para siswa dalam hal kebudayaan dan Agama Hindu yang akan berlangsung di Pura Jagatnatha Buleleng.

Peserta Lomba Gerak Jalan 45 KM Menurun

Salah satu lomba yang juga akan berlangsung dalam Perayaan HUT RI di Kabupaten Buleleng yakni lomba gerak jalan untuk tingkat SD, Tingkat SMP, Tingkat Dewasa Putri, dan Gerak jalan Tingkat Dewasa Putra. Untuk Lomba Gerak jalan tingkat Sd akan berlangsung 9 Agustus 2016, Tingkat SMP 10 Agustus 2016, Tingkat Dewasa Putri akan berlangsung 11 Agustus, sementara untuk gerak jalan tingkat Dewasa Putra akan berlangsung 13 Agustus 2016 mendatang.

Dari catatan KONI Kabupaten Buleleng, Jumlah peserta yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam Lomba Gerak Jalan Dewasa Putra 45 KM mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk tahun ini, jumlah peserta yang mendaftar hanya berjumlah 25 regu. Pun demikian, hal tersebut berpengaruh besar terhadap pelaksanaan lomba.

Ketua Panitia Lomba Gerak Jalan Gusti Lanang Agung Parwata mengatakan, hingga kini persiapan masih terus dilakukan, sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar. Koordinasi dan komunikasi pun tetap dilakukan, termasuk masalah penjurian agar nantinya hasil penilaian para juri tidak menghasilkan protes dari para peserta.

“Khusus untuk penjurian Lomba Gerak jalan Dewasa Putra 45 KM, untk menghindari protes dari peserta, kami akan melibatkan Yon 900 Rider dan Polres Buleleng. Sementara untuk guru olah raga akan menjadi juri keliling atau pendamping, termasuk di Start dan Finish,” Jelasnya. |RM|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts