Daging di Pasar Anyar Dites

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Buleleng, melakukan inspeksi mendadak di Pasar Anyar Singaraja, untuk memeriksa kesehatan daging konsumsi, Jumat 2 September 2016. Hasilnya, dari sampel daging yg diambil, dinyatakan bebas bahan pengaweet atau formalin.

Sidak yang dilakukan Distanak tersebut dilakukan serangkaian dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Sidak tersebut dipimpin langsung Kadistanak Buleleng Nyoman Swatantra didampingi Kabid Kesehatan Hewan Wayan Susila. Dalam sidak yang dilakukan, petugas tidak hanya mengambil sampel daging babi, ayam dan daging sapi dari sejumlah pedagang, namun juga menanyakan proses dari pemotongan hewan yang dilakukan para pedagang, sebelum akan dijual ke pasaran.

- Advertisement -

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng Nyoman Swatantra menjelaskan, sidak merupakan pengawasan rutin yang dilakukan setiap tiga bulan, maupun menjelang hari besar keagamaan. Ini dilakukan untuk mengawasi peredaran daging yang ada di Buleleng, mulai dari pemotongan hingga distribusi di Pasar.

“Kebetulan sekarang ini kan menjelang Hari Raya Galungan dan kuningan, jadi kami lakukan pengawasan di pasar. Ini untuk  memastikan bahwa daging yang dibeli masyarakat itu layak untuk dikonsumsi. Dimana syarat untuk daging sehat itu yakni aman, sehat, utuh dan halal atau ASUH,” Jelasnya.

Kadistanak Buleleng Nyoman Swatantra menuturkan, untuk memastikan daging yang dijual di pasaran itu bebas dari bahan pengawet atau formalin, ada beberapa metode uji yang dilakukan oleh petugas dari Distanak Buleleng.

“Ada dua metode yang dilakukan untuk memastikan daging tersebut bebas bahan pengawet yakni uji organoleptik atau melihat keadaan fisik daging, serta uji test kimia. Nah dari metode yang dilakukan itu, hasilnya untuk daging yang ada di pasar Anyar bebas dari bahan pengawet atau formalin,” Terangnya.

- Advertisement -

Sementara itu, jika memang dalam uji test kimia yang dilakukan Distanak pada daging menggunakan formalin, warna daging tersebut akan mengalami perubahan, yakni yang semula merah atau putih kemerahan menjadi biru kehitaman.

Seorang pedagang, Nyoman Janti menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pemerintah untuk kepentingan masyarakat luas. Ia juga mengakui, sejauh ini pengawasan terhadap peredaran daging di Buleleng juga sudah cukup baik sehingga tidak ditemukan daging-daging yang tidak layak dikonsumsi. |RM|

 

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts