More

    BPBD Bentuk Posko Terpadu Pantau Potensi Bencana

    Singaraja, koranbuleleng.com | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng telah membentuk posko terpadu di sleuruh kecamatan, dan berpusat di kantor BPBD Kabupaten Buleleng. Posko terpadu inimelibatkan sejumlah petugas dari BPBD< BAsarnas, Aparat kepolisian dan TNI, PMI serta relawan.

    Posko terpadu ini dibentuk agar pemantauan terhadap potensi bencana dan penanggulangan bencana bisa dilkaukan lebih cepat. Sejauh ini, BPBD Buleleng sudah melkaukanpemetaan terhadap potensi bencana di Buleleng. Hasil pemetaan BPBD Buleleng, terbagi dalam beberapa kategori potensi banjir.

    Empat kecamatan, seperti Kecamatan Kubutambahan, Sukasada, Kecamata Sawan dan Kecamatan Banjar memiliki potensi longsor dengan kerentanan cukup tinggi. Sedangkan daerah lain dalam kerentanan sedang.

    Sementara potensi bencana banjir, rentan di 26 lokasi yang tersebar di kecamatan Tejakula, Sawan, Buleleng, Sukasada, Seririt dan Gerokgak. Sementara daerah lain dalam  kategori kerentanan sedang.

    Bencana banjir bandang juga berpotensi terjadi di wilayah Kecamatan Tejakula dan Gerokgak. Selain itu daerah dataran tinggi yang memiliki daerah bukit dan lembah juga sangat rentan menjadi lokasi bencana angin puting beliung.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, mengatakan pemetaan dilkaukan diawal agar lebih awal mengetahui daerah-daerah yang beresiko terjadi bencana, sehingga masyarakat lebih paham dan waspada ketika tiba-tiba terjadi bencana yang tidak diharapkan.

    “Kita sudah bikin posko terpadu didaerah-daerah rawan bencana, nanti kita kontak dari sini, Karena kita jauh, misalkan terjadi bencana didaerah gerokgak kita sudah kerja sama dengan polsek disana, sehingga penanganan cepat,” terang Suadnyana.

    Sebagian bencana yang terjadi akhir-akhir ini, menurut Ida Bagus Suadnyana  karena intensitas  hujan cukup tinggi. Bisa terjadi lebih dari 2 jam, sehingga  sangat beresiko terjadinya bencana.

    “Daerah pegunungan memang rawan longsor, apalagi sebelumnya kemarau panjang, setelah kena air hujan lebih dari 2 jam sangat kemungkinan longsor, tak hanya longsor seminggu ini kita sudah bersihkan 7 pohon tumbang di beberapa titik” imbuhnya 

    Ida  Bagus Suadnyana juga mengaku telah membentuk relawan desa untuk memberikan informasi dan sosialisasi bagaimana menghadapi bencana hingga proses evakuasi bila dipandang perlu dilakukan. 

    “Relawan desa juga sudah kami latih sebanyak 150 orang tersebar di Buleleng timur, tengah dan barat ” imbuh pria yang pernah menjabat sebagai Camat Buleleng. |ET|

    Berita Terpopuler

    Related articles