More

    Maestro Joged Bumbung Ketut Jingga Tutup Usia

    Singaraja, koranbuleleng.com| Seniman Joged Bumbung Ketut Jingga tutup usia Rabu, 10 Maret 2020. Ia meninggal karena sakit selama beberapa bulan terakhir.

     
    Maestro Joged Bumbung dari Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng ini meninggal diusia 67 tahun. Ia meninggalkan empat orang anak dan dua orang cucu. Almarhum Ketut Jingga selama ini dikenal sebagai seorang seniman joged bumbung yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam bidang kesenian. Ia bahkan sudah terbiasa dalam pementasan dikancah Buleleng, Bali, hingga Nasional.

    Almarhum juga dikenal konsisten ikut serta dalam pelestarian kesenian joged bumbung yang sempat rusak karena citra joged porno. Bahkan, Ia pun ada dibarisan terdepan untuk berteriak lantang ketika joged porno viral dikalangan masyarakat dan di media social.

    Kecintaan almarhum terhadap joged bumbung terkhusus lagi terhadap rindik selalu Ia tunjukkan. Dengan sepeda motornya, Ia berkendara berkeliling Kota Singaraja dengan rindik yang dibonceng pada jok bagian belakang.

    Jika menemukan tempat yang menurutnya menyenangkan, Ia akan menepi dan menurunkan rindik yang dibawa, kemudian memainkannya. Terkadang dipinggir jalan, di depan sekolah-sekolah, termasuk areal perkantoran Pemkab Buleleng. Salah satu gending yang suka dimainkan adalah Bungan Sandat. Ia padukan nada rindik dengan lirik lagu bungan sandat yang Ia nyanyikan.

    Kini sang maestro sudah tutup usia. Akan ada banyak momen yang selama ini terjadi akan menjadi sebuah kenangan.

    Luh Resmi, istri lamarhum menjelaskan jika Ketut Jingga sudah lama sakit dan beberapa kali keluar masuk Rumah Sakit. Semua berawal sekitar tujuh bulan lalu, tepatnya Umanis Kuningan. Almarhum terpeleset dan jatuh hingga mengalami patah tulang pada bagian pinggulnya.

    Saat itu, keluarga hanya membawanya ke tukang pijat tradisional. Pemilik Sanggar Joged Bumbung Karya Remaja Sari Mekar ini pun tidak bisa berjalan. Tidak banyak aktivitas yang dilakukan. Ketut Jingga lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berbaring.

    Kondisi itu justru memicu penurunan kesehatan dari Suami Luh Resmi ini. Diawal bulan Maret, almarhum harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng karena batuk parah. Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, Almarhum divonis menderita TBC dan juga gangguan jantung. Ketut jingga juga sudah lama menderita diabetes.

    “Tanggal 7 Maret lalu, bapak diperbolehkan pulang, perawatan kemudian kami lanjutkan di rumah,” jelasnya.

    Sementara itu Nyoman Adya Yana, Putra ketiga almarhum menyebut jika setelah dilakukan rawat jalan di rumah, kondisi kesehatan Ketut Jingga tidak kunjung membaik. Hingga kemudian Selasa, 10 Maret 2020, Ia meninggal dunia.

    “Sekitar jam 6 sore, bapak meninggal di rumah,” ujarnya.

    Nyoman Adya Yana menceritakan jika selama sakit, Almarhum pernah ikut dalam pementasan saat pelaksanaan Lovina Festival tahun 2019 lalu bersama dengan Sanggar Joged Karya Remaja miliknya. Keinginan ayahnya itu diamini karena Almarhum mengaku jenuh berada di rumah dan tidak beraktivitas.

    “Waktu itu memang Bapak yang minta mau ikut. Saya gendong dan saya bawakan tongkatnya saja. Saat pentas bapak memukul kecek, bahagia sebenarnya sempat melihat bapak tersenyum waktu itu,” kenangnya.

    Nyoman Adya mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelum kepergian almarhum. Hanya saja, sebelum meninggal, Ia dipanggil dan mendapatkan pesan langsung agar melanjutkan dan semakin memajukan perkembangan Sanggar Karya Remaja.

    Ia juga menceritakan keinginan Almarhum yang sampai dengan saat ini belum terwujud. Yakni mendapatkan penghargaan Dharma Kusuma (untuk bidang seni) dari Pemerintah Provinsi Bali.

    “Selama ini sudah mendapat banyak penghargaan untuk sanggar dan pribadi, sebagai Seniman Tua, Wija Kusuma dan banyak. Bapak pernah bilang ingin dapat Dharma Kusuma, Cuma sampai meninggal keinginannya belum pernah terwujud,” ucap Nyoman Adya.

    Sementara itu, pihak keluarga akan melaksanakan upacara ngaben untuk Almarhum Ketut Jingga yang akan dilaksanakan 17 Maret 2020 mendatang. |RM|

    Berita Terpopuler

    Pasien Positif COVID 19 Bertambah Tujuh Orang

    Singaraja, koranbuleleng.com| Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Buleleng mencatat ada penambahan tujuh pasien terkonfirmasi positif COVID 19 di Kabupaten Buleleng. Tiga diantaranya...

    2.202 KK Terima BST dari Anggaran APBD Buleleng

    Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyerahkan bantuan sosial tunai (BST) kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Nilai bantuan Rp.300 ribu/bulan yang bersumber...

    Pemkab Buleleng Ancam Cabut Ijin Usaha Jika Langgar Jam Operasional

    Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyiapkan opsi untuk mencabut ijin usaha perdagangan yang melanggar ketentuan waku operasional selama penanganan COVID...

    Tiga Anggota Polsek Sukasada Positif COVID 19

    jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID 19 dan dirawat di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas masih berjumlah 15 orang. Tiga diantaranya...

    Related articles