Menghargai Sejarah, Peringatan Kemerdekaan RI Dilakukan di Rumah Rai Srimben

Upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia di rumah almarhum Nyoman Rai Srimben |FOTO : Ayu Agustini|

Singaraja, koranbuleleng.com | Warga lingkungan Bale Agung, Singaraja menggelar upacara Bendera menyambut HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia di rumah peninggalan keluarga Ibunda Bung Karno, Nyoman Rai Srimben, Senin 17 Agustus 2020. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pengukuhan dan penyeraha SK Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lila Cita Ulangun Desa Adat Buleleng.

- Advertisement -

Upacara bendera dilakukan secara sederhana dan mengedepankan protokol kesehatan. Tiang bendera menggunakan bahan bambu setinggi kurang lebih 10 meter. Para peserta juga  mengenakan pakaian adat Bali dan masker.  Turut hadir dalam Upacara Bendera ini, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana, S.Sos.MM, serta pengurus Desa Adat Buleleng.

Gede Supriatna menyatakan pelaksanaan upacara bendera di rumah kelahiran Nyoman Rai Srimben merupakan sebuah penghargaan tinggi terhadap sejarah perjalanan Indonesia.  Dari rumah tersebut simpul awal perjalanan Indonesia. Dari rahim seorang Rai Srimben yang dinikahi oleh Raden Soekeni Sosrodihardjo.

Raden Soekeni merupakan seorang guru sekolah rakyat pada masa itu mengajar di Kelurahan Paket Agung. Sekarang SDN 1 PAket Agung, secara fisik sekolah dan bangunannya masih ada. Mereka resmi menikah 15 juni 1887. Pernikahan raden Soekeni dan Nyoman Rai Srimben disebut-sebut sebagai pelopor pernikahan campuran dari dua budaya yang berbeda, Budaya Jawa dan Bali.

Supriatna yang juga politisi PDI Perjuangan Buleleng rumah tersbeutlah sebagai cikal bakal keberadaan Indonesia saat ini.

- Advertisement -

“Mudah-mudahan kita bersama di tempat ini bisa meningkatkan rasa nasionalisme kita, mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekan yang gigih sehingga Indonesia menjadi bangsa merdeka pada 17 Agustus 1945.” ungkap Supit, panggilan akrabnya. 

Ditengah Pandemi COVID 19 dan peringatan kemerdekaan RI, Supriatna mengingatkan aar seluruh masyarakat Buleleng tetap menjaga kesehatan dan menjaga stabilitas ekonomi. Untuk itu, diperlukan rasa kebersamaan dan nasionalisme tinggi.  

“Dari hal ini, kita merenung kedepan harus dilanjutkan dengan meningkatkan rasa kesadaran kita bersama. Momentum kemerdekaan ini menjadikan kita lebih solid, lebih meningkatkan rasa nasionalisme kita sehingga bangsa kita cepat pulih dan lepas dari tekanan kondisi yg disebabkan oleh wabah COVID 19.” ujarnya.  

Dalam upacara ini, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH juga menyaksikan pengukuhan dan  penyerahan SK Kelompok Darwis Lila Cita Ulangun Desa Adat Buleleng dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Made Sudama Diana. Anggota Pokdarwis terdiri dari 14 Banjar Adat di Desa Adat Buleleng.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Made Sudama Diana menjelaskan keberadaan Pokdarwis Lila Cita Ulangun diharapkan bisa menggali potensi wisata di Desa Adat Buleleng. Di wewdidangan Desa Adat Buleleng banyak sekali obyek sejarah yang bisa dijadikan salah satu destinasi wisata sejarah melengkapi wisata kota Singaraja.

“Keberadaan Pokdarwis  agar bisa mengelola obyek wisata karena di kota SIngaraja banyak terdapat catatan sejarah dan warisan budaya,” ujar Sudama Diana.

Sementara itu, pihak keluarga dari Bale Agung yang diwakili Jro Mangku Made Arsana juga berharap keberadaan pokdarwis bisa mempercepat proses restorasi rumah dari Nyoman Rai Srimben, Ibunda Bung Karno.

Pihak lain, Ketua Pokdarwis Lila Cita Ulangun, I Ketut Ngurah Hardiawan mengungkapkan akan segera membuat program kerja untuk menggali potensi wisata di di Desa Adat Buleleng. “Program yang pertama adalah promosi wista berbasis digital dan membuat sebuah atraksi melalui video tempat-tempat wisata,” ujarnya.

Pewarta : I Putu Nova A.Putra

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts