Jenazah Diangkut Mobil Bak Terbuka Jadi Polemik Sosmed, Keluarga Sudah Urus JKN KIS

Suasana rumah duka dari almarhum Gede Seni, yang jenasahnya sempat diangkut dengan mobil bak terbuka dan berpolemik di sosial media |FOTO : Edy Nurdiantoro|

Singaraja, koranbuleleng.com | jagad sosial media, digegerkan dengan postingan sebuah keluarga yang membawa jenasah dengan mobil bak terbuka dari RSUD Buleleng. Warga tersebut berasal dari Banjar Dinas Pasek, Kubutambahan, Buleleng.  Jenasah yang diangkut dengan mobil bak terbuka itu bernama Gede Seni.

- Advertisement -

Postingan ini berawal dari  salah satu unggahan di akun facebook. Unggahannya bermaksud mencari donasi agar keluarga Gede Seni  dapat membayar biaya selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Istri almarhum Ketut Suryani (35 tahun) dikonfirmasi membenarkan bahwa jenazah suaminya terpaksa dipulangkan dari RSUD Buleleng menuju rumah duka dengan menggunakan mobil bak terbuka. Dia mengaku tidak bisa membayar biaya mobil ambulance sebesar Rp800 ribu dari RSUD Buleleng.

“Ya mau bagaimana kami tidak ada uang, biaya perawatan kami juga belum bayar itu hampir 10 juta. Saya tidak ada di rumah sakit waktu itu, Yang mengurus jenazah suami  hanya mertua saya,” tutur Suryani saat saat ditemui di rumah duka, Minggu 24 Januari 2021.

Suryani mengatakan jika suaminya mengalami sakit batuk sekitar 7 bulan yang lalu. Sebelum di rawat di RSUD Buleleng suaminya sempat di rawat di rumah sakit Balimed, karena alasan medis akhinrya dirujuk ke RSUD Buleleng. Saat ini Suryani memang tidak punya pekerjaan lantaran adanya pandemi COVID-19.  Ia dirumahkan dari tempatnya bekerja di Denpasar.

- Advertisement -

“Suami saya kerja sebagai juru masak, dari bulan Maret sudah tidak bekerja. Saya juga sama di dirumahkan karena perusahaan tutup,” kata Suryani sambil meneteskan air mata

Sebenarnya ia bersama pihak desa sudah mengurus KIS dari BPJS agar biaya bisa lebih ringan. Namun  masih dalam proses lantaran dulu suaminya masih satu KK bersama orang tuanya.

“Sebenarnya kami sudah mengurus BPJS KIS di bantu sama pak mekel. Tapi memang belum selesai,”  ucapnya.

Suryani pun berharap ada relawan yang mau membantu memberikan donasi agar bisa meringankan beban keluarganya untuk melunasi utangnya di RSUD Buleleng.

Sementara itu, perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana mengatakan, jika keluarganya sebelumnya sudah punya JKN KIS yang dibiayai APBN.    Aparat desa dan keluarga pun sudah berusaha membantu pengurusan JKN KIS yang baru, namun karena butuh proses, harus selesai paling lambat bulan februari 2021.

“Gede Seni  dirumahkan dan pulang sekitar bulan Desember 2020. Karena baru-baru ini masuk rumah sakit. Padahal BPJS sudah dalam proses, karena hal yang tidak diinginkan terjadi. Ya mau bagaimana. Kami sudah ajukan dan koordinasi. Tapi ini kan butuh proses,” katanya.

Ketika di rumah sakit, pihaknya juga sempat menemani Gede Seni   selama dirawat. Sementara terkait pengangkatan jenazah Gede Seni   dengan mobil bak terbuka, pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.

“Sebelumnya saya berfikir positif, karena ada relawan yang mau posting di medsos. Setidaknya bisa membantu Gede Seni  yang kurang mampu, dengan adanya relawan,” ujarnya.

Pihak desa pun menyayangkan postingan tersebut dengan dengan narasi yang membuah heboh dunia sosial media. 

“Tujuannya memang baik, tetapi postingan itu membuat warga berfikir negatif. Padahal tujuannya itu bagus untuk menggugah masyarakat untuk memberi donasi,” kata Pariadnyana.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha mengatakan, pasien tersebut sama dengan kasus-kasus pasien lainya yang kurang mampu dan tidak punya jaminan. Sehingga utang di RSUD harus ditangguhkan atau bisa di diputihkan dengan proses lanjutan.

Sementara soal diangkut dengan mobil bak terbuka, pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti. Karena Saat itu pihak keluarga menyampaikan ke pihak  rumah sakit akan mengangkut jenazah dengan mobil Carry dibantu relawan.

“Saya tidak tahu itu mobil Carry terbuka. Ini permintaan dari keluarga juga. Mungkin karena di ekspos ini menjadi pertanyaan, dan banyak masyarakat menduga yang tidak-tidak. Padahal pihak keluarga tidak mempermasalahkan,” pungkasnya. |ET|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts