More

    Mereka, Peduli Berbagi Pulihkan Dampak Pandemi COVID-19

    Pemuda dari latar belakang organisasi mahasiswa membagikan sembako untuk warga guna memulihkan dampak Pandemi COVID-19 |FOTO : Luh Sinta Yani|

    Singaraja, koranbuleleng | Pergerakan pemuda dalam membantu masyarakat di masa PPKM semakin masif. Beberapa aksi sosial dilakukan atas dasar rasa kemanusiaan dan tulus ikhlas. Mereka yang tergabung dalam organisasi maupun komunitas bahu-membahu bergerak menyumbangkan tenaga, waktu, dan materi untuk bersama-sama memulihkan kembali dampak yang diakibatkan dari pandemi.

    BEM STAHN Mpu Kuturan salah satu organsasi kemahasiswaan yang ikut ambil peran ke tengah masyarakat yang terdampak COVID-19. Melihat kondisi ekonomi masyarakat yang semakin terpuruk, mereka menciptakan sebuah aksi sosial Si Tangan (Aksi Tanggap Kemanusiaan).

    Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAHN Mpu Kuturan, I Kadek Oka Sanjaya menuturkan bahwa program kerja Si Tangan pada kali ini dilaksanakan dengan membagikan sembako kepada masyarakat. Terdapat tiga sistem pembagian sembako yang dilakukan.

    Pertama, penyaluran sembako dilakukan melalui stand yang didirikan di depan kampus. Masyarakat yang membutuhkan bisa datang langsung mengambil sembako. Masyarakat juga bisa menyumbangkan sembako di stand tersebut. “Stand ini bisa dikatakan sebagai perantara dari masyarakat yang membutuhkan dengan masyarakat yang ingin membantu.” ungkap Oka.

    Sistem yang kedua, pengurus BEM STAHN Mpu Kuturan terjun langsung ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ada tiga desa yang menjadi tempat penyaluran sembako, yakni Desa Pegadungan, Desa Sangsit, dan wilayah Banyuning Utara.  

    Masyarakat yang disasar adalah mereka yang benar-benar kurang mampu namun belum memperoleh bantuan dari pemerintah. Dengan bantuan dari kepala desa masing-masing, mereka memperoleh data 35 keluarga kurang mampu di setiap desa yang diberikan satu paket sembako.  Sistem yang ketiga, juga memberikan bantuan sembako kepada mahasiswa rantauan yang masih tinggal di wilayah Singaraja. 

    Oka Sanjaya mengungkapkan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari kegiatan sembako gantung yang dilakukan di Denpasar. Sembako yang disumbangkan untuk masyarakat yang membutuhkan bisa mengambilnya sendiri dari lokasi penggantungan sembako.  Untuk masyarakat yang mempunyai rejeki lebih, bisa ikut juga menggantung di stand tersebut. “Dari sana, kami Amati, Tiru, dan modifikasi.”ungkap Oka. Pihak kampus tentunya mendukung penuh aksi yang dilakukan oleh BEM, sehingga dana pembelian sembako diperoleh dari sumbangan kampus, dosen, mahasiswa, serta pihak eksternal dengan prinsip gotong-royong

    Selain BEM STAHN Mpu Kuturan, organisasi kepemudaan KMHD Yowana Brahma Vidya Undiksha juga menggelar kegiatan yang hampir serupa, membantu meringankan beban warga di tengah pandemi COVID-19.  Melalui kerja sama dengan PC KMHDI Buleleng, KMHD YBV Undiksha ikut turun ke masyarakat memberikan sumbangan berupa beras dan sayur. Sasarannya adalah mereka yang ditemui di jalan yang keadaannya sedang susah, seperti para orang tua renta, tukang sampah, dan yang lainnya.

    Ketua KMHD YBV Undiksha, I Putu Dika Adi Suantara mengungkapkan, ada 25 paket sembako yang diberikan kepada masyarakat dengan mengambil 4 titik yaitu Banyuasri, Banyuning, Sukasada, dan Panji.

    Pengurus KMHD YBV Undiksha dan PC KMHDI Buleleng membagi rata sembako yang akan dibagikan. Selain itu, mereka juga membuka stand untuk membagikan sayur gratis yang dilakukan di depan sekretariat PC KMHDI Buleleng yang dimulai dari jam 6 pagi pada tanggal 25 Juli 2021.  Untuk sayur dibeli langsung dari kebun masyarakat di wilayah Pancasari. “Saya sangat berharap kegiatan ini bisa kami rutin lakukan melihat kondisi masyarakat yang sedang susah, dan tentunya harapan besar kita bersama pandemi ini segera berakhir.”ungkap Dika.

    Komunitas-komunitas pemuda juga tidak kalah semangatnya dalam membantu masyarakat, salah satunya dari KIPAN (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba). Ni Putu Corina Metha Sari yang menjadi koordinator wilayah Buleleng mengungkapkan bahwa, kegiatan pembagian sembako yang dilaksanakan oleh KIPAN, dilakukan secara serentak di seluruh Bali pada tanggal 25 Juli 2021. “Karena jumlah paketnya terbatas yaitu hanya 10 paket per Kabupaten, jadi kader KIPAN sudah menentukan siapa saja yang akan diberikan sembako.” ungkap Corina.

    Sebelum hari pelaksanaan, Kader KIPAN berkumpul di Tabanan untuk mengemas dan mengambil sembako yang akan disumbangkan. Sembako yang isinya beras, gula, garam, dan sabun cuci diperoleh dari sumbangan salah satu anggota DPR RI dapil Bali dan beberapa perusahaan yang ada di Bali. 

    Penuturan dari Corina, ada perasaan prihatin yang dirasakan oleh dia beserta teman-teman lainnya. Walaupun sudah ditentukan siapa yang akan menerima bantuan, banyak sekali masyarakat yang memohon agar bisa diberikan bantuan. “Bahkan ada yang sampai rebut-rebutan, karena mereka sangat terdampak oleh pandemi.”tutur Corina.

    Corina sangat berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkesinambungan pada masa pandemi ini. Tentunya, donasi yang diperoleh juga bisa lebih besar, sehingga banyak masyarakat yang bisa terbantu. |SY/NP|

    Berita Terpopuler

    Related articles