Peluang Cuan Terbuka, Bisnis Seserahan Menjanjikan

Singaraja, koranbuleleng.com | Prosesi pernikahan menjadi momen sakral bagi pasangan pengantin. Dalam prosesinya , sering kali ada ritual seserahan, atau prosesi menyerahkan barang-barang berharga bagi kedua mempelai yang bersanding di pelaminan. Prosesi seserahan ada di seluruh daerah di Indonesia dengan adat yang berbeda-beda. Karenan itulah, bisnis seserahan ini peluangnya sangat tinggi meraup cuan.

Namun sudah pasti seserahan ini dikemas dengan kemasan secantik mungkin. Agar terlihat cantik dan elegan, benda seserahan ini bisanya dikemas oleh orang yang ahli.  Salah seorang pemudi di Desa Temukus memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka usaha penyewaan dan jasa hias seserahan. Ia bernama Rizky Elisia Sandra. Ia membuat usaha seserahan yang bernama nayaka seserahan.

- Advertisement -

Ketika bertandang ketempat produksinya terlihat beberapa seserahan yang sudah jadi tertata rapi dalam ruangan yang bergaya floral. Karena disana banyak ada bunga walaupun imitasi. Itu merupakan properti yang digunakan untuk menghias kotak seserahan yang ia buat. Kotak seserahan yang ada disana isiannya sangat beragam, mulai dari yang berisi kumpulan alat rias dan make up, sampai dengan aksesoris sepatu dan tas.

“Saya hanya menyewakan kotak seserahannya saja, jadi isiannya itu dari klien yang bawa dan bisa sesuaikan dengan keinginannya” Katanya.

Bisnisnya tersebut baru berdiri enam bulan yang lalu. Itupun awalnya dari ketidaksengajaan, saat itu ia memiliki saudara yang akan melaksanakan prosesi pernikahan. Akan tetapi masih bingung mencari tempat untuk menyewa seserahan. Melihat kondisi dirinya lantas mempunyai inisiatif untuk membuat dan membuka seserahan miliknya sendiri. Awalnya ia membangun usaha ini hanya dengan bermodalkan 7 buah kotak seserahan sampai akhirnya saat ini bisa tembus 40 kotak seserahan.

Sebelum menjadi seorang pebisnis, ia merupakan seorang guru privat sejak tahun 2019 sampai sekarang juga masih menggeluti bidang tersebut, karena memang sewaktu kuliah dirinya mengambil jurusan matematika di Undiksha.

- Advertisement -

“Orang menikah kan tidak ada habis-habisnya, saya juga sering lihat seserahan di luar bali itu cantik-cantik terus saya coba di bali ternyata masih jarang yang pakai jadi saya cobalah untuk membuatnya jadi bisnis sendiri” Jelasnya.

Kemudian untuk setiap kotaknya menggunakan modal dari kisaran Rp300 ribu sampai dengan 600 ribu tergantung sizenya. Sementara untuk setiap kuntum bunganya seharga Rp5 ribu sampai dengan Rp20 ribu. Estimasi keseluruhan beserta aksesoris sampai dengan Rp1 juta. Ia menekankan sistem yang ia gunakan bukan menjual akan tetapi menyewakan, dengan harga sewa Rp50 ribu sampai Rp100 ribu tergantung jenis dan sizenya. Meski baru berjalan selama enam bulan saja ia mengaku bisa meraup omset Rp3 juta sampai Rp5 juta dalam sebulannya.

“Ini tidak pasti karena kita mengikuti hari baik pernikahan, untuk bulan maret ini total 90 tray orderan. Sementara untuk bulan februari kemarin sekitar 50 tray,” pungkasnya. |WK|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts