Jumlah Pemilih Muda saat Pemilu Diprediksi 53,6 Persen

Singaraja, koranbuleleng.com | Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia, Rahmat Bagja, S.H.,LL.M., memproyeksikan jumlah pemilih muda pada Pemilu 2024 mencapai 53,6 persen. Prosentase itu itu lebih tinggi dari Pemilu 2019 yang mencapai 35 persen hingga 40 persen.

Rahmat Bagja berharap pemuda mengambil peran untuk ikut menyukseskan hajatan Pemilu 2024 dengan menyalurkan hak pilih.  Karena hajatan politik ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyalurkan hak suaranya, baik untuk DPR, Kepala Daerah, maupun Presiden. “Kaum muda yang juga akan terlibat di dalamnya diajak untuk turut mengambil peran dalam menjaga dinamika Pemilu.” ujar Rahmat Bagja saat memberikan materi dalam Seminar Nasional Civic Law yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Ganesha, Minggu 11 September 2022.

- Advertisement -

Bagja juga menambahkan Pemilu berpotensi dihadapkan pada titik rawan, seperti politik identitas, politik uang dan penyalahgunaan anggaran, pelanggaran netralitas ASN, TNI/Polri, dan Kepala Desa, data dan pemutakhiran data pemilih, kerumitan pemungutan, maupun hoax atau berita bohong. Dalam rangka mencegah persoalan-persoalan tersebut, kaum muda yang masuk sebagai pemilih dengan jumlah besar dan sebagai kalangan yang melek teknologi memiliki peran yang sangat strategis.

Kaum muda perlu terlibat dalam menyukseskan pemilu dengan terjun langsung dalam momen krusial. Pertama, pada momen pencalonan, kaum muda dapat mengambil peran dalam proses kandidasi calon peserta pemilu dan pemilihan. Kedua, pada momen kampanye, dapat melaporkan adanya politik uang dan politisasi SARA melalui media sosial maupun mendorong para kandidat menawarkan visi, misi, dan program kerja yang perspektif anak muda. Ketiga, pada momen pemungutan suara, turut mengkampanyekan anti golput dan melakukan pengawasan partisipatif. “Ini yang dilakukan teman-teman muda saat pemilu kemarin,” katanya. 

Secara khusus terkait dengan strategi meningkatkan partisipasi kaum muda palam penyelenggaraan pemilu, Bagja menyebutkan Bawaslu telah berkolaborasi bersama stakeholder terkait, menyelenggarakan pendidikan pemilih kaum muda melalui program kreatif, dan menyelenggarakan sekolah kader pengawasan partisipatif. 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd., menyampaikan generasi muda atau mahasiswa harus mempersiapkan diri pada pelaksanaan Pemilu yang akan datang. “Para generasi muda atau mahasiswa harus didukung, dikawal dan dijaga agar nantinya bisa memilih para calon pemimpin bangsa yang terbaik untuk dapat mengantarkan bangsa Indonesia yang hebat, mandiri, dan unggul di masa yang akan datang,” tegasnya.

- Advertisement -

Ia juga mengajak para pemilih muda, khususnya mahasiswa Undiksha untuk menjadi pioneer sebagai pemilih cerdas dalam rangka mewujudkan Pemilu yang semakin berkualitas. “Generasi muda sebagai penerus bangsa harus turut berpartisipasi dalam mewujudkan perjalanan bangsa. Termasuk dalam menyukseskan Pemilu,” imbuhnya. |NP|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts