Tradisi Meamuk-Amukan dan Janger Kolok Buleleng Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Singaraja, koranbuleleng.com | Tradisi Meamuk-Amukan dari Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, dan Janger Kolok dari Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, kini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Penetapan ini menjadi tonggak penting bagi pelestarian tradisi dan kesenian khas Buleleng, yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, mengungkapkan pengajuan kedua tradisi tersebut telah dilakukan sejak tahun 2023. Sertifikat WBTB diserahkan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam acara penutupan Bulan Bahasa Bali pada Sabtu, 1 Maret 2025, di Denpasar.

Penyerahan penghargaan Warisan Budaya Tak Benda
- Advertisement -

“Sebelumnya ada tiga yang diajukan yakni tradisi Meamuk-Amukan, Janger Kolok, dan Gula Pedawa. Setelah diproses dari tim penilai, tidak lolos Gula Pedawa karena tidak memiliki ciri khas dari gula-gula lainnya,” ujar Wisandika, saat ditemui pada Senin, 3 Maret 2025.

Ditolaknya Gula Pedawa tidak menyurutkan semangat Dinas Kebudayaan Buleleng untuk terus memperjuangkan kekayaan tradisi Buleleng. Wisandika menegaskan, penetapan WBTB ini menjadi langkah strategis dalam melindungi tradisi dari klaim budaya daerah lain sekaligus memperkuat daya tarik wisata di Buleleng.

Tradisi Meamuk-Amukan memiliki akar sejarah yang erat dengan kehidupan agraris masyarakat Desa Padangbulia. Tradisi ini merupakan simbol perlawanan masyarakat terhadap kekuatan jahat yang mengganggu kehidupan mereka.

Ritual ini diwarnai aksi saling pukul menggunakan daun dapdap yang melambangkan keberanian dan kekuatan spiritual masyarakat.

- Advertisement -

Hingga kini, Meamuk-Amukan tetap dilaksanakan setiap malam Pengerupukan, sehari sebelum Hari Suci Nyepi, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan pengusiran kekuatan negatif.

Tradisi ini diawali dengan prosesi pengarak-ogoh-ogoh yang kemudian dilanjutkan dengan aksi saling pukul daun dapdap di area Balai Banjar Desa Padangbulia.

Sementara itu, Janger Kolok merupakan seni pertunjukan khas Desa Bengkala yang melibatkan para penyandang tunarungu. Eksistensi Janger Kolok telah ada sejak awal abad ke-20, sebagai bentuk ekspresi seni yang menonjolkan inklusivitas dan kebersamaan.

Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini terdapat sekitar 50 warga kolok di Desa Bengkala yang terus melestarikan tradisi ini. Meski dimainkan oleh penyandang disabilitas, pertunjukan ini tetap menampilkan keindahan gerak dan kekompakan yang memukau, menjadikannya salah satu tradisi unik yang hanya ada di Buleleng.

“Dengan ditetapkan WBTB tentu tugas kita semua adalah menjaga, melindungi, dan melestarikan warisan budaya yang sudah ditetapkan WBTB. Kemudian supaya tidak diklaim oleh daerah lain karena satu-satunya ada di Indonesia,” tambah Wisandika.

Untuk tahun 2025, Disbud Buleleng kembali mengusulkan tiga tradisi dan kesenian lainnya agar mendapat pengakuan WBTB. Tiga tradisi tersebut adalah Metempeng Gandong dari Kelurahan Banyuning, Tarian Baris Bedug Buleleng, dan Karya Alitan Desa Gobleg, Kecamatan Busungbiu.

“Itu sudah berproses dan datanya sudah ada diupload. Mudah-mudahan itu segera diproses, manakala ada kurang kita lengkapi dan mudah-mudahan tahun depan sudah ditetapkan sebagai WBTB dari Buleleng,” ucapnya.

Kelian Desa Adat Padangbulia, Gusti Ketut Semara, menyambut gembira penetapan Tradisi Meamuk-Amukan sebagai WBTB. Tradisi yang digelar setiap Pengerupukan, sehari sebelum Hari Suci Nyepi, menjadi simbol identitas budaya masyarakat Padangbulia.

“Kami berharap dengan penetapan sebagai WBTB, Tradisi Meamuk-Amukan semakin dikenal luas dan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya dalam menyambut Hari Suci Nyepi,” ujar Semara.

Penetapan WBTB ini diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat Buleleng terhadap warisan budaya lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata yang memperkuat posisi Buleleng di peta budaya nasional. (*)

Pewarta : Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru