Bhayangkari Bersama Pemkab Buleleng Gelar Vaksinasi Rabies Massal 

Singaraja, koranbuleleng.com | Bhayangkari bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Buleleng menggelar vaksinasi massal hewan, serangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) Bhayangkari ke-73, Senin, 29 September 2025. Sebanyak 350 anjing divaksinasi dalam kegiatan yang dipusatkan di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Jalan Ngurah Rai, Singaraja.

Langkah ini diambil karena ancaman rabies di Bali belum juga mereda. Catatan dari Januari hingga Juli 2025 menunjukkan 34.845 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dengan 12 kasus kematian. Tingginya populasi anjing yang diperkirakan mencapai 620 ribu ekor, ditambah cakupan vaksinasi baru sekitar 50-60 persen, menjadikan rabies tetap sebagai momok serius bagi masyarakat.

- Advertisement -

Bhayangkari Buleleng menggerakkan vaksinasi massal ini untuk menekan penyebaran rabies sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan berlangsung meriah dengan dukungan komunitas pecinta hewan, masyarakat umum, hingga aparatur pemerintah. Selain vaksinasi rabies, juga dilakukan sterilisasi anjing betina dan edukasi mengenai bahaya rabies.

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, mengungkapkan sebanyak 350 ekor anjing dan kucing mendapat vaksin, sementara 12 ekor anjing betina menjalani sterilisasi.

“Prosesnya langsung ditinjau Ibu Wakil Ketua Umum Bhayangkari. Selain itu juga dibagikan paket sembako dan pakan anjing bagi komunitas pencinta hewan,” terang dia, Selasa, 30 September 2025.

Selain vaksinasi, masyarakat yang hadir juga mendapatkan paket sembako, sedangkan komunitas pecinta hewan menerima bantuan makanan anjing. Tujuannya agar kesadaran dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan semakin tumbuh di kalangan warga.

- Advertisement -

Widwan menegaskan bahwa penanganan rabies di Bali masih menghadapi dilema. Sebagian masyarakat menolak eliminasi anjing liar dengan alasan norma dan budaya. Namun, di sisi lain, angka gigitan terus bertambah sehingga keselamatan manusia tetap menjadi prioritas.

Widwan juga menekankan bahwa vaksinasi hanyalah salah satu solusi, sementara tantangan terbesar justru datang dari populasi hewan liar yang sulit dikendalikan.

“Populasi hewan peliharaan maupun liar yang bisa menularkan rabies sangat tinggi. Mari bersama cegah rabies dengan vaksinasi, segera lakukan VAR (vaksin anti rabies) bila tergigit, dan jaga lingkungan tetap aman,” ucapnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru