Sutjidra–Supriatna Hidupkan Kembali Festival Kecamatan, Gerokgak Bergemuruh oleh Seni dan UMKM

Singaraja, koranbuleleng.com | Setelah nyaris tujuh tahun vakum, denyut festival tingkat kecamatan di Buleleng akhirnya kembali hidup. Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna membangkitkan lagi ruang perayaan budaya rakyat melalui Gerokgak Festival yang digelar di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Jumat 10 April 2026.

Sejak sore, warga sudah berdatangan. Suasana Desa Sanggalangit perlahan berubah menjadi panggung kebersamaan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tumpah ruah memenuhi area festival. Gelak tawa, sorak penonton, serta iringan kesenian tradisional menyatu dengan aroma kuliner lokal dari stan-stan UMKM yang berjejer rapi.

- Advertisement -

Festival ini menjadi awal dari rangkaian festival kecamatan se-Kabupaten Buleleng, yang dihidupkan kembali sebagai upaya menggerakkan seni, budaya, sekaligus perekonomian masyarakat.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, festival ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat yang telah menunggu cukup lama. Ia menilai antusiasme warga pada pelaksanaan perdana sangat luar biasa.

“Festival ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat, bahkan hampir selama tujuh tahun. Karena itu, kita kembali menghadirkannya tahun ini. Antusiasme masyarakat pada pembukaan hari ini juga terlihat luar biasa,” ujar Sutjidra.

Menurutnya, festival kecamatan bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi budaya yang penting untuk menjaga jati diri Buleleng. Setiap kecamatan diberi kesempatan menampilkan seni, tradisi, dan kekhasan adat masing-masing, sehingga warisan budaya tetap tumbuh dan tidak terkikis zaman.

- Advertisement -

“Festival kecamatan seperti yang kita laksanakan malam ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan semata, tetapi merupakan wujud nyata semangat kebersamaan, gotong royong, serta upaya menggali dan mempromosikan potensi daerah,” kata Sutjidra.

Gerokgak Festival juga menghadirkan wajah Buleleng yang toleran. Warga dari berbagai latar belakang hadir menikmati pertunjukan tanpa sekat, membaur dalam satu ruang publik yang damai. Nilai persaudaraan dan rasa saling menghormati terasa kuat, seolah festival ini bukan hanya tentang panggung seni, melainkan juga panggung persatuan.

Di sisi lain, geliat ekonomi masyarakat turut terasa. Stan-stan UMKM yang menawarkan produk lokal menjadi magnet tersendiri. Beragam hasil kreativitas warga mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk inovatif lokal ramai diburu pengunjung.

Sutjidra menegaskan, keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dari tujuan festival, karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

“Harapannya, setiap festival dapat menampilkan beragam seni, tradisi, adat, dan budaya dari masing-masing kecamatan. Selain itu, kehadiran UMKM yang sangat variatif seperti yang kita lihat saat ini diharapkan mampu membangkitkan perekonomian,” ujarnya.

Ia juga menyebut Kecamatan Gerokgak memiliki potensi besar, baik dalam budaya maupun ekonomi kreatif. Melalui festival ini, potensi itu ingin ditampilkan lebih luas agar menjadi kebanggaan bersama sekaligus daya tarik yang mampu bersaing.

“Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa Gerokgak memiliki identitas dan daya tarik yang mampu bersaing serta menjadi kebanggaan bersama,” kata Sutjidra.

Bupati Sutjidra pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan Gerokgak Festival, mulai dari panitia, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat. Ia berharap festival kecamatan dapat berlanjut menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas, dengan inovasi yang tetap berakar pada kearifan lokal dan membawa manfaat nyata bagi warga Buleleng. (*/ads-pr)

Pewarta : I Putu Nova Anita Putra

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru