Singaraja,Koranbuleleng.com| Siti Madrahasan (86), jamaah haji tertua asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, akhirnya kembali ke Kabupaten Buleleng setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangannya menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam penyambutan jamaah haji Buleleng tahun ini.
Perempuan lanjut usia tersebut tiba bersama rombongan jamaah haji di Masjid Agung Jami’ Singaraja pada Sabtu, 20 Juni 2026 siang. Sejak pagi, anak, cucu, cicit, hingga kerabat dekat telah memenuhi lokasi untuk menyambut kepulangan anggota keluarga yang telah lama dinantikan.
Suasana haru langsung pecah ketika Siti turun dari bus. Pelukan hangat dan ciuman dari keluarga mengiringi langkahnya setelah menyelesaikan perjalanan spiritual yang telah lama diimpikan.
Bagi keluarga besar, momen tersebut bukan sekadar pertemuan biasa. Siti diketahui telah menunggu sejak tahun 2011 untuk mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Penantian panjang selama kurang lebih 15 tahun itu akhirnya terbayar setelah ia berhasil menyelesaikan seluruh tahapan ibadah haji di Arab Saudi.
Cucu Siti, Saiful Anwar, mengungkapkan rasa syukur karena sang nenek dapat kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat dan selamat. Menurutnya, selama berada di Tanah Suci, Siti sempat mengalami kelelahan saat pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah.
Kondisi tersebut terjadi karena jamaah harus berpindah-pindah kendaraan menuju lokasi tenda. Namun, keterbatasan fisik akibat faktor usia tidak menyurutkan semangatnya untuk menuntaskan seluruh rangkaian ibadah yang menjadi cita-citanya sejak lama.
Dengan tekad yang kuat, Siti mampu menjalani setiap tahapan ibadah wajib hingga selesai. Keteguhan dan kesabarannya menjadi inspirasi bagi keluarga maupun masyarakat yang mengenalnya.
“Senang sekali nenek bisa pulang dengan selamat. Akhirnya bisa bertemu lagi dengan keluarga besar,” ujar Saiful.
Saiful menuturkan, selama menjalani ibadah di Tanah Suci, sang nenek tidak pernah melupakan keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman. Dalam setiap kesempatan berdoa, Siti selalu memohon agar anak, cucu, hingga keturunannya juga diberikan kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah haji di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Buleleng, Agus Annurachman, mengatakan rombongan jamaah tiba di Asrama Haji Surabaya pada Jumat, 19 Juni 2026 malam sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah menjalani proses penerimaan dan pembagian air zam-zam, para jamaah langsung diberangkatkan menuju Buleleng menggunakan empat bus.
“Kurang lebih pukul 12.00 Wita jamaah sudah tiba di Buleleng. Alhamdulillah seluruh proses kepulangan berjalan lancar,” ujar Agus.
Agus menjelaskan, jamaah haji Buleleng yang tergabung dalam Kloter 71 berjumlah 109 orang. Namun yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, berjumlah 107 orang. Satu jamaah nama Mas’ad Samah dipulangkan lebih awal karena kondisi kesehatan. Sedangkan satu jamaah lainnya, bernama Ibrahim Mujab (75) asal Desa Pegayaman, meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Dari 107 jamaah yang diproses kepulangannya, empat orang tidak melanjutkan perjalanan hingga Buleleng. Tiga jamaah memilih turun di Surabaya, Bandung dan Situbondo untuk bertemu dengan keluarga di sana.
Meski seluruh jamaah yang tiba di Bali dalam kondisi sehat, Agus menjelaskan mereka tetap akan menjalani pemantauan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. “Sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan saat tiba di Surabaya. Selanjutnya akan ada pemantauan dari rumah sakit maupun puskesmas selama kurang lebih 20 hari,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

