Singaraja,koranbuleleng.com | Insiden gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies menggegerkan aktivitas warga di kawasan Pasar Buleleng pada Minggu, 8 Maret 2026. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 12 orang warga dilaporkan menjadi korban setelah digigit hewan tersebut saat berada di area pasar.
Peristiwa itu terjadi ketika aktivitas jual beli di pusat perdagangan tradisional tersebut sedang berlangsung ramai. Korban berasal dari empat kelurahan berbeda di Kota Singaraja dan sebagian besar merupakan warga yang tengah berbelanja kebutuhan harian.
Lurah Kendran, Made Sumardika mengatakan, laporan pertama diterima dari Kepala Lingkungan Delod Peken setelah pecalang yang berjaga di sekitar area Puri Kanginan menemukan seekor anjing liar yang bertingkah tidak biasa.
Menurut keterangan yang dihimpun, pecalang yang saat itu juga bertugas sebagai juru parkir melihat anjing tersebut berlarian secara agresif di sekitar pasar. Hewan itu kemudian bergerak menuju kawasan Kampung Singaraja hingga area depan masjid.
Dalam kondisi liar dan tidak terkendali, anjing tersebut dilaporkan menyerang sejumlah warga yang berada di lokasi, termasuk anak-anak yang sedang berada di sekitar pasar.
“Sebagian besar korban merupakan warga yang sedang berbelanja di Pasar Buleleng. Mereka langsung dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas Sumardika.
Setelah menimbulkan kepanikan di tengah keramaian pasar, warga bersama pecalang akhirnya berhasil melumpuhkan anjing tersebut guna mencegah jatuhnya korban tambahan.
Pihak kelurahan kemudian bergerak cepat melakukan koordinasi dengan aparat lingkungan serta tenaga medis hewan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Langkah pengendalian populasi anjing liar juga sedang dipersiapkan sebagai upaya pencegahan.
Selain itu, warga yang memelihara anjing diminta untuk sementara waktu mengamankan hewan peliharaan mereka agar tidak berkeliaran bebas di lingkungan permukiman.
“Kita masih menunggu persetujuan dari Dinas dulu terkait untuk eliminasi. Diperkirakan terdapat sekitar 20 ekor anjing liar yang kerap berkeliaran, terutama pada malam hari,” kata dia.
Data sementara yang dihimpun menunjukkan para korban berasal dari empat wilayah kelurahan di Kota Singaraja. Rinciannya, tiga orang dari Kelurahan Kampung Singaraja, satu orang dari Kelurahan Liligundi, lima orang dari Kelurahan Paket Agung, serta tiga orang dari Kelurahan Kendran. Dengan demikian jumlah keseluruhan korban gigitan mencapai 12 orang.
Sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis berupa suntikan vaksin anti rabies (VAR) di RSUD Buleleng. Namun satu korban dari Kelurahan Paket Agung masih menjalani perawatan intensif karena mengalami patah tulang pada tangan kiri akibat serangan tersebut dan harus menjalani tindakan operasi.
Sementara itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng turut melakukan langkah investigasi terhadap dugaan rabies pada hewan tersebut.
Kepala dinas setempat, Gede Melandrat, menyampaikan bahwa dokter hewan dari Puskeswan Kecamatan Buleleng telah mengambil sampel jaringan otak hewan penular rabies untuk diperiksa di laboratorium.
“Dari ciri perilaku hewan tersebut memang mengarah pada rabies, namun kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

