NasDem Buleleng Tegaskan Isu Merger dengan Gerindra Tak Relevan di Tengah Penguatan Partai

Singaraja, koranbuleleng.com | Dinamika politik nasional yang memunculkan isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra mendapat respons tegas dari jajaran daerah. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, menilai wacana tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

Menurutnya, posisi Partai NasDem saat ini justru berada dalam tren penguatan, bukan sebaliknya. Karena itu, narasi merger dinilai tidak relevan dengan kondisi riil partai di tingkat nasional.

- Advertisement -

“Menyikapi wacana yang dibangun bahwa Partai NasDem dan Gerindra akan melakukan merger, kami tegak lurus dengan pernyataan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta. Tidak ada yang namanya merger, apalagi akuisisi,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.

Jayadi menekankan bahwa istilah merger maupun akuisisi sejatinya lebih dikenal dalam dunia usaha, bukan dalam praktik politik kepartaian. Ia menyebut, penggabungan partai umumnya terjadi jika sebuah organisasi politik mengalami penurunan eksistensi atau gagal bertahan.

Namun, kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan perjalanan Partai NasDem. Dalam tiga kali pemilu terakhir, partai ini mencatat peningkatan signifikan dalam perolehan kursi di parlemen pusat.

“Nasdem adalah partai yang eksistensinya dibuktikan dengan keberhasilan lolos ke Senayan (DPR RI) dalam tiga kali pemilu berturut-turut dengan tren yang selalu meningkat. Pada 2014 kita meraih 36 kursi, di 2019 naik menjadi 59 kursi, dan pada Pemilu 2024 kembali meningkat menjadi 69 kursi,” kata dia.

- Advertisement -

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi indikator kuat bahwa NasDem masih berada dalam jalur pertumbuhan politik yang positif. Oleh karena itu, penyematan isu merger dianggap tidak tepat dan cenderung spekulatif.

Dalam konteks sejarah politik Indonesia, Jayadi juga menyinggung peristiwa fusi partai pada era Fusi Partai Politik 1973. Ia menyebut, penggabungan kala itu lebih didorong oleh kepentingan stabilitas pemerintah, bukan kehendak alami partai.

Sementara dalam sistem demokrasi modern saat ini, intervensi semacam itu dinilai sudah tidak lagi relevan.

Di tingkat lokal, ia memastikan soliditas internal DPD NasDem Buleleng tetap terjaga. Struktur partai disebut tetap berjalan konsisten di bawah arahan Ketua Umum Surya Paloh.

“Di Buleleng kami tetap solid, tenang, dan berada di bawah koridor arahan Ketua Umum kami, Bapak Surya Paloh, sosok yang sangat kami hormati. Terkait adanya kader yang hengkang, itu adalah hal lumrah dalam berorganisasi dan terjadi di semua partai. Ada yang pergi, ada yang datang,” ucapnya.

Untuk memperkuat konsolidasi organisasi, jajaran partai diinstruksikan tetap fokus pada pelayanan publik. Khususnya bagi anggota Fraksi NasDem di DPRD Buleleng, mereka diminta aktif menyerap aspirasi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Langkah tersebut diyakini menjadi strategi utama dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat posisi politik partai di Buleleng ke depan.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru