More

    Satgas Lakukan Pengawasan dan Pengendalian Aktivitas Ketat di Dua Wilayah

    Rapat evaluasi penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng |FOTO : Istimewa|

    Singaraja, koranbuleleng| Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng melakukan pengawasan dan pengendalian aktivitas masyarakat secara ketat di dua wilayah, yakni Kelurahan Banyuning dan Dusun Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada selama 14 hari, terhitung 11 – 25 Januari 2021.

    Pengawasan dan Pengendalian aktivitas secara ketat ini karena lonjakan kasus penularan COVID-19 yang sangat masif di dua wilayah ini.  Penularan terjadi dari klaster keluarga  dan dari klaster upacara adat.

    Sekretaris Penanganan COVID-19 Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan pengawasan dan pengendalian aktivitas akan dilakukan oleh anggota Satgas Penanganan COVID-19 yakni Satpol PP, anggota TNI dan POLRI serta Pecalang.

    Tim akan melakukan pemantauan dan pengendalian langsung di dua lokasi itu. Masyarakat masih boleh beraktivitas tetapi tidak bisa bebas. Selama masa pengawasan dan pengendalian aktivitas,  warga wajib meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan serta  warga yang keluar dan masuk wilayah harus ada ijin dari tim pengawasan.

    “Sektor usaha maksimal beroperasi pada pukul sembilan belas malam hari. Ini akan diberlakukan efektif mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021,” terang Suyasa, Rabu 13 Januari 2021.

    Munculnya klaster upacara adat menjadi pelajaran penting. Satgas Penanganan COVID-19 akan memperketat pelaksanaan upacara adat . Kedepan, Perbekel, Klian adat dan Pecalang di seluruh wilayah wajib untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan upacara adat.

    Warga yang menggelar upacara adat wajib mengajukan permohonan perizinan kepada Satgas Penanganan COVID-19. Secara formal, izin juga akan lebih dipertegas lagi terkait larangan berkerumun. Nanti tim akan melakukan penelusuran terlebih dahulu.

     “Jika selama ini kan normatif, wajib menerpakan protokol kesehatan dan menyiapkan saran prasarana seperti sarana cuci tangan. Nanti akan secara detail dipertegas batasan jumlah orang supaya tidak memunculkan kerumunan,” terang Suyasa.

    Suyasa menegaskan pengawasan dan pengendalian aktivitas secara ketat ini juga untuk menyadarkan masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak membahayakan orang lain.  

    Terhada dua wilayah itu, Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng juga sudah melakukan testing tracing dan treatment.  Petugas akan melakukan rapid tes antigen di dua wilayah itu. Jika ada yang reaktif, akan dilanjutkan dengan tes usap.

    “Sebeumnya sudah dilkaukan Swab. Di Banyuning akan dilakukan lagi rapid tes sekitar 70 orang, begitu juga di dusun Buyan jumlahnya hampir sama. Rapid tes akan dilakukan tim medis dikendalikan oleh Dinas Kesehatan,” ucap Suyasa.

    1 Meninggal, Tambahan 12 Kasus Baru

    1 Orang pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia, dan ada 12 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19, Rabu 13 Januari 2021.

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, I Ketut Suweca mengatakan, untuk kasus kematian dengan hasil tes usap positif COVID-19  merupakan warga asal Kecamatan Buleleng.  Sementara kasus positif terbaru terdapat enam orang asal kecamatan Sukasada, tiga orang asal Kecamatan Buleleng, satu orang asal kecamatan Gerokgak, satu orang asal kecamatan Seririt, serta satu orang lainnya asal kecamatan Sawan.

    “Dengan adanya penambahan ini,  kasus kematian dengan hasil tesnya positif COVID-19 di Buleleng saat ini sudah mencapai 73 orang.” ujarnya

    Sementara, tiga pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh, dua orang asal Kecamatan Buleleng, dan satu orang asal Kecamatan Banjar.

    “Ada tiga pasien dinyatakan sembuh, kini sisa pasien COVID-19 yang menjalani perawatan berjumlah 66 orang” sambungnya

    Untuk jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi di Buleleng sejak Maret hingga saat ini mencapai 1.424 orang.

    Satgas COVID-19 Buleleng pun mengimbau, seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan 3M yakni memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak.

     “Hal sederhana ini dilakukan dengan kesadaran tinggi, diyakini mampu menekan kasus Covid-19,” pungkasnya. (tim)

    Berita Terpopuler

    Data Akurat Kependudukan Jadi Acuan Program Pembangunan Terukur

    Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra |FOTO : Edy Nurdiantoro| Singaraja, koranbuleleng.com | Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten...

    Harga Daging Babi Tembus Rp 100 Ribu per Kg

    Peternakan babi |FOTO : arsip koranbuleleng.com | Singaraja, koranbuleleng.com | Harga dagng Babi di sejumlah pasar tradisional di...

    RSUD Buleleng Tambah Ruangan Isolasi

    dr. Arya Nugraha |FOTO : arsip koranbuleleng.com| Singaraja, koranbuleleng.com | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng menambah...

    15 Orang Positif COVID-19, 14 Orang Sembuh

    Sekda Buleleng, Gede Suyasa |FOTO : Yoga Sariada| Singaraja, koranbuleleng.com | Satgas penanganan COVID-19 Buleleng mencatat 15 orang...

    Related articles