Lahir dari Keluarga Seniman, Candra Gupta Raih Juara 3  Lomba Bebanyolan

Singaraja, koranbuleleng.com| Gede Candra Gupta, atau yang akrab disapa Aan, mahasiswa Program Studi Seni dan Budaya Keagamaan Hindu di STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, memperoleh prestasi gemilang dengan meraih juara dalam lomba bebanyolan tunggal pada rangkaian festival Bulan Bahasa Bali VI-2024 di Taman Budaya Provinsi Bali.

Dalam lomba tersebut, Aan berhasil meraih juara tiga. Meskipun hanya meraih peringkat tiga, namun bagi Aan, prestasi ini sangat berarti karena merupakan pengalaman pertamanya dalam mengikuti lomba bebanyolan tunggal, yang biasanya ia jalani bersama grup di atas panggung. “Pastinya sangat senang karena ini merupakan kali pertama saya mengikuti lomba bebanyolan dan di tingkat provinsi. Saya merasa cukup takut karena persaingannya sangat ketat,” ungkap Aan.

- Advertisement -

Aan, adalah pemuda asli dari Buleleng, terlahir dari lingkungan seni yang kaya akan tradisi. Ayahnya, adalah Nyoman Suardika yang ngetopnya dipanggil Mang Epo, yang tidak lain adalah seniman Bondres dan juga pengelola Komunitas Nong Nong Kling yang tersohor di Bali.

Selain itu, kakek dari garis ibunya adalah seniman drama gong Puspa Anom Banyuning, Sujana alias Jedur (alm). Dengan latar belakang keluarga yang sarat akan tradisi seni, Aan merasa memiliki tanggung jawab untuk meneruskan warisan tersebut.

Sebelum tampil di lomba, Aan mempersiapkan materi bebanyolannya dengan mengambil inspirasi dari pengalaman hidupnya sendiri, terutama kehidupan di Buleleng. Dengan menggunakan logat Buleleng yang kental dan cerita yang menghibur, Aan berhasil memukau juri dan penonton, membuat mereka tertawa tak tertahan.

“Saya menceritakan suatu kejadian yang unik tentang penggunaan bahasa di Buleleng, dengan logat yang kental dengan bahasa Blelengan yang kesannya kasar, tapi sebenarnya adalah bahasa keakraban sehari-hari,” tambahnya.

- Advertisement -

Keberhasilan Aan dalam meraih prestasi ini menunjukkan bakat dan kreativitasnya dalam seni bebanyolan, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap melestarikan seni tradisional Bali dalam segala aspek kehidupan. (*)

Kontributor : Putu Rika Mahardika

Editor : I Putu Nova Anita Putra

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts