Hujan Deras, Sejumlah Wilayah Alami Kerusakan

Singaraja, koranbuleleng.com | Hujan dengan intensitas cukup tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng kembali mengalami bencana longsor. Meski tidak menelan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun jumlah kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Dari pantauan koranbuleleng.com di lokasi bencana, terdapat tiga titik bencana longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng sejak Sabtu, 17 Desember 2016. Bencana longsor yang terjadi tersebar di tiga Kecamatan.

- Advertisement -

Di Kecamatan Sukasda, longsor  membuat salurah irigasi subak Yeh Lapang, Banjar Dinas Pupug, Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada. Senderan irigasi sepanjang lima belas meter, tinggi satu meter dan lebar delapan puluh sentimeter tersebut tidak kuat menampung kapasitas air yang meningkat pasca seluruh wilayah Buleleng diguyur hujan lebar saat itu.

Akibatnya empat rumah warga yang ada di sekitar saluran irigasi sempat terendam air bah. Diantaranya rumah milik Putu Pacung, (45) mengalami kerusakan pada tembok penyengker Pura Merajan, dapur Putu Resmi (55), hingga kehilangan seluruh alat memasaknya.

Selain juga rumah Made Sweca (35), dan Made Astawa (38), yang rumahnya sempat tergenang air dari saluran irigasi tersebut.

Menurut keterangan Komang Suara (30), anak Putu Resmi yang ditemui di lokasi, Minggu 18 Desember 2016, mengatakan kejadian tersebut berawal saat hujan deras mengguyur kawasan itu sejak pukul 17.00. Ia bersama anak istri dan ibunya saat itu sedang berada di dalam rumah yang lokasinya lebih rendah dari saluran irigasi. Lalu sekitar pukul 21.00 WITA, terdengar suara gemuruh dari arah timur rumahnya.

- Advertisement -

“Waktu itu masih hujan, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan tanah agak bergetar saat itu, saat saya lihat keluar pintu ternyata sudah banjir,” ujar Suara.

Besarnya air saluran irigasi tersebut juga menghanyutkan semua peralatan dapur mereka.

Suara dan keluarganya mulai saat itu juga tidak berani tinggal di rumah itu. Karena tembok sebelah timur rumahnya juga sudah retak. Akhirnya ia pun malam itu juga mengungsi ke rumah kakanya Made Sweca yang juga terkena banjir air irigasi. Pihaknya pun mengkhawatirkan tembok rumahnya akan jebol saat hujan deras dan air besar kembali mengalir di saluran irigasi tersebut.

Sementara itu Kepala Lingkungan Sangket Putu Mariada bersama Camat Sukasada di lokasi bencana mengatakan saluran irigasi subak Yeh Lapang membentang dari melintasi Lingkungan Sangket Bantang banua dan Bakung yang ada di Kelurahan Sukasada. Diperkirakan ada 30 hektar dari 55 krama subak Yeh Lapang yang saat ini terancam tidak dapat menanam padi.

“Sangat terancam karena saat ini baru mulai turun musim tanam, kalau ini tidak segera dibenahi, petani kami pasti akan gagal tanam,” kata dia.

Dari kejadian tersebut pihaknya mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Lurah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng.

Menurut rencana, Senin 19 Desember bersama krama subak akan melakukan gotong royong pembersihan material, termasuk mengecek jumlah kerugian material, untuk diajukan ke BPBD.

Di Desa Menyali, bencana membuat kerugian kerugian cukup besar bagi Nyoman Derana (55) warga Dusun Kanginan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan. Hujan deras yang terjadi hampir selama delapan jam tersebut membuat bangunan dapur miliknya mengalami rusak berat ditimpa tembok penyengker milik Gede Agus Eka Brahmana (33) yang roboh akibat hantaman hujan angin.

Menurut keterangan Agus Eka, kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu 17 Desember 2016 pukul 22.00 wita. Luapan air hujan menggerus dasar tembok penyengker. Otomatis sedikit demi sedikit tembok penyengker itu pun roboh dan menimpa dapur permanen berukuran 5×5 meter yang tepat terletak di bawah tembok penyengker.

“Panjang tembok penyengker rumah yang roboh sekitar 18 meter dengan tinggi sekitar tiga meter. Sementara ini pihak keluarga yang mengganti kerugian bangunan milik Pak Derana. Kita kan nggak enak, walaupun namanya musibah. Jika dihitung, kerugiannya sekitar 50 juta lebih,” pungkasnya.

Di tempat lain, Hujan yang cukup deras juga merobohkan bangunan tembok penyengker yang terletak di sebelah barat kantor Dinas Pendidikan Buleleng pun ambrol. Diduga bangunan tembok yang dibangun puluhan tahun silam tak mampu menahan derasnya luapan air hujan. Meski material tembok berhamburan ke badan jalan, namun kejadian ini tidak mengakibatkan kemacetan pada ruas jalan tersebut. |NH|

 

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts